Pol. Fadil Imran meluncurkan program Polisi RW untuk bertugas di wilayah hukum
Kepolisian Daerah Jawa Barat.
Fadil mengatakan program Polisi RW itu diadakan guna
mengatasi permasalahan keamanan yang berpotensi muncul dari basis komunitas
terendah, yakni lingkungan rukun warga (RW).
“Sebenarnya Polisi RW itu tugasnya adalah bagaimana
mewujudkan RW yang sejuk dan aman dengan security assesment, polisi akan
lakukan itu dengan ketua RW setempat dan elemen masyarakat lainnya,” ujar
Komjen Pol. Fadil usai memimpin apel peluncuran, Senin .
Di Provinsi Jawa Barat tercatat ada sekitar 70 ribu RW yang
tersebar pada di kabupaten dan kota. Sedangkan jumlah personel polisi di
lingkungan Polda Jawa Barat lebih kurang 32 ribu personel.
Selain menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Komjen
Pol. Fadil mengatakan kehadiran polisi di ruang lingkup RW bisa mewujudkan
polisi sebagai pengayom bagi masyarakat.
Menurutnya, Polisi RW juga perlu memahami permasalahan
masyarakat di tingkat RW mulai dari soal ekonomi masyarakat bahkan hingga kasus
stunting.
“Bukan mengutamakan penegakan hukum, tapi mencegah itu
lebih murah, lebih efektif. Kalau RW aman, kelurahan aman, dan seterusnya juga
bakal aman,” tutur Komjen Pol. Fadil
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan
tugas kepolisian dalam pengamanan arus mudik maupun arus balik dinilai sudah
baik. Selanjutnya, kepolisian akan menghadapi tugas berat pengamanan
pelaksanaan Pemilu 2024.
“Nah, Polisi RW ini akan kita tes di puncaknya, yaitu
Pemilu 2024. Tapi, track record Jawa Barat ini selalu kondusif tidak
ada peluru lepas, tidak ada darah tumpah. Kita akan menghadapi transisi
demokrasi, semoga tetap lancar,” tutup Gubernur Ridwan Kamil.
