Kemudian sebanyak 17 persen responden memilih untuk mudik menggunakan motor. Kendati demikian, Menhub Budi mengimbau agar pemudik menggunakan fasilitas mudik gratis yang disediakan oleh BUMN maupun swasta demi menekan angka kecelakaan.
“Saya sudah membuat surat, mudah-mudahan surat itu di-endorse oleh media dan fasilitas mudik gratis ini sangat mungkin bagi saudara-saudara kita akan melakukan perjalanan,” jelas Menhub Budi.
Lebih lanjut survei juga mendata bahwa sebanyak 13 persen masyarakat akan memilih mudik dan berwisata menggunakan kereta api. Lalu 11 persen menggunakan pesawat, 10 persen menggunakan bus, penyeberangan 6 persen dan kapal laut 3 persen.
Namun demikian, semua sektor transportasi memiliki tantangan dan hambatan yang harus diantisipasi secara baik. Ia meminta posko pemantauan tersedia di setiap jenis moda transportasi agar mobilisasi masyarakat dapat terpantau secara langsung serta memudahkan koordinasi antar kementerian/lembaga.
“Perlu dibentuk posko-posko, baik di tingkat pusat, di sektor kereta api, darat, laut dan udara agar kita dapat memantau secara langsung,” ujar Menhub Budi.
Adapun puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru 2024 diprediksi akan terjadi pada 25 Desember 2023 dan 1 Januari 2024.
ndt/pr/nm
