Studi: Vitamin K Dapat Mencegah Diabetes

studi vitamin k dapat mencegah diabetes 60972 1

Bid TIK Polda Kepri

– Jakarta. Sebuah studi baru di
Kanada mengungkap adanya sebuah proses seluler yang memungkinkan vitamin K
melindungi seseorang dari diabetes. Penemuan ini membuka cara baru untuk
mengobati dan mencegah diabetes yang mengimbas 415 juta orang di seluruh dunia.

Vitamin K membantu dengan gamma-karboksilasi, salah satu
proses biokimia yang tak terhitung jumlahnya yang dilakukan sel tubuh. Proses
yang mengubah satu zat menjadi zat lain untuk berbagai fungsi dalam itu
menghasilkan protein.

Para peneliti tidak yakin apa peran gamma-karboksilasi
lainnya dalam tubuh, tetapi mereka tahu bahwa itu semua membutuhkan vitamin K.
Para periset juga tahu enzim yang memfasilitasi proses ini hadir dalam jumlah
yang lebih besar dalam sel beta pankreas.

Ini adalah sel yang memproduksi insulin, yang merupakan
hormon vital yang membantu mengeluarkan glukosa dari darah dan masuk ke sel dan
jaringan di mana tubuh dapat menggunakannya untuk energi. Sementara, diabetes
muncul ketika sel beta tidak cukup atau sel beta tidak lagi memproduksi cukup
insulin.

Para peneliti di Montreal Clinical Research Institute di
Kanada menemukan protein baru yang disebut ERGP. Protein itu membutuhkan vitamin
K yang telah melalui gamma-karboksilasi agar dapat bekerja dan sangat penting
bagi penderita diabetes.

“Studi kami menunjukkan protein ini memainkan peran
penting dalam mempertahankan kadar fisiologis kalsium dalam sel beta untuk
mencegah gangguan sekresi insulin,” ungkap salah satu peneliti, Julie
Lacombe dikutip dari laman The Epoch Times, Jumat .

Studi yang dipimpin Profesor Kedokteran Mathieu Ferron itu
didasarkan pada penelitian sebelumnya, yang mengungkap hubungan antara
kekurangan vitamin K dengan perkembangan diabetes. Meskipun, mekanisme yang
mendasarinya belum jelas.

Menurut studi terdahulu, peserta yang mendapat banyak
vitamin K dari makanan memiliki risiko 20 persen lebih rendah terkena diabetes
tipe dua. Meskipun, peneliti di studi silam itu tidak menyebut vitamin K
sebagai alasan penurunan risiko perkembangan diabetes tipe dua.

Temuan lantas dikembangkan oleh periset di Kanada mengenai
pentingnya asupan vitamin K dalam melindungi dari risiko diabetes. Vitamin K
adalah vitamin yang larut dalam lemak dan punya dua bentuk biologis aktif.

Ada vitamin K1 (plloquinone), yang ditemukan dalam makanan
nabati seperti sayuran berdaun hijau. Sementara, K2 (menaquinone), ditemukan
dalam daging, keju, telur, makanan fermentasi, dan mikrobioma usus.

Vitamin K sangat penting untuk beberapa fungsi dalam tubuh,
seperti pembekuan darah, pembentukan tulang, dan kesehatan jantung. Tak hanya
itu, vitamin K membantu mengontrol jumlah kalsium yang digunakan untuk
memperkuat tulang sekaligus membatasi berapa banyak yang menumpuk di arteri.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa vitamin K juga
memiliki sifat antikanker dan bertindak sebagai antioksidan. Asupan vitamin K
harian yang direkomendasikan adalah 120 mikrogram setiap hari untuk pria dan 90
mikrogram setiap hari untuk perempuan.

Makanan kaya vitamin K antara lain kacang kedelai, lobak,
sawi, brokoli, wortel, labu, bayam, kubis, delima, kacang mete, hati sapi,
serta dada dan hati ayam. Begitu juga kuning telur, keju, mentega, dan kol.
Mendapatkan cukup vitamin K dari makanan tentunya jauh lebih lezat daripada
harus mengonsumsi suplemen.