BNN RI Utamakan Pencegahan dan Penghapusan Stigma Pengguna Narkotika

bnn ri utamakan pencegahan dan penghapusan stigma pengguna narkotika 60168

Bid TIK Polda Kepri

Bid TIK Polda Kepri – Badung. Pencegahan dan menghapus
stigma buruk bagi pengguna narkotika lebih diutamakan guna membantu
kesehatan mental pengguna pascarehabilitasi. Hal tersebut disampaikan Kepala
BNN RI Komjen. Pol. Dr. Drs. Petrus Reinhard Golose, M.M., di Badung, Bali,
Senin .

“Hal tersebut penting dan mendesak mengingat berdasarkan
UNODC World Drug Report tahun 2022 jumlah penyalahgunaan narkotika di dunia
sebesar 284 juta orang pada rentang usia 15-64 tahun yang didominasi oleh
generasi muda pada usia produktif yang selalu mendapatkan stigma buruk dan
diskriminasi yang mengakibatkan timbulnya permasalahan kesehatan dan sosial
yang sulit dipulihkan,” jelas Kepala BNN RI dilansir dari laman
antaranews.

Menurut Komjen. Pol. Petrus Reinhard Golose, kondisi
tersebut diperparah dengan hanya 20% dari penyalahgunaan narkotika tersebut
yang mendapatkan layanan rehabilitasi, sehingga hal tersebut menjadi
keprihatinan dunia dan perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak.

“Oleh karena itu, tema HANI 2023 merupakan bagian penting
bagi Indonesia untuk mengangkat sisi pencegahan dan penghapusan stigma bagi
pengguna narkotika yakni people first stop stigma and discrimination,
strengthen prevention. Apalagi tahun ini Indonesia terpilih sebagai
anggota Commission on Narcotic Drugs (CND) periode 2024-2027,” jelas Kepala BNN
RI.

Kepala BNN juga mengatakan BNN RI sebagai leading
institution penanggulangan permasalahan narkotika dengan berbagai pendekatan
strategi yang komprehensif meliputi beberapa strategi yakni strategi soft power
approach, hard power approach, smart power approach and cooperation mampu
memberikan dampak yang besar bagi kerja sama bidang pemberantasan narkotika
Internasional.

“Indonesia secara konsisten selalu memperingati hari
anti narkotika internasional sebagai wujud keprihatinan dengan berkomitmen
dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika
dan prekursor narkotika (P4GN). Kami mengajak masyarakat, baik nasional maupun
internasional untuk bersama-sama melakukan akselerasi war on drugs,” tutup
Kepala BNN RI.