Waspada, Ini 5 Penyebab Sindrom Iritasi Usus Besar

waspada ini 5 penyebab sindrom iritasi usus besar 64329 1

Bid TIK Polda Kepri

– Jakarta. Sindrom iritasi usus
besar ialah gangguan sistem pencernaan yang menyerang fungsi kolon. Irritable
bowel syndrome (IBS) ini ditandai rasa sakit dan tidak nyaman pada perut,
kembung, dan gangguan kebiasaan buang air besar (BAB).

Kondisi tersebut umumnya tidak berisiko atau mengancam
nyawa. Namun patut diwaspadai jika sindrom iritasi usus besar tidak kunjung
sembuh, karena dikhawatirkan ada gangguan lain misal kanker kolorektal.

Dilansir dari artikel berjudul Irritable Bowel Syndrome dari
Nur Safira Anandita dalam Majority: Medical Journal of Lampung University,
berikut sederet penyebab sindrom iritasi usus besar:

1. Faktor Psikologis

Emosi dan stres dapat memengaruhi cara kerja kolon, yang
memiliki banyak saraf dan berhubungan langsung dengan otak. Contohnya, kolon
dapat berkontraksi secara cepat atau sebaliknya.

2. Sensitivitas Terhadap Makanan

Gejala dari IBS dapat ditimbulkan oleh beberapa jenis
makanan. Mulai dari kafein, coklat, produk dairy, makanan berlemak, alkohol,
sayur-sayuran yang mengandung gas, dan minuman bersoda.

3. Genetik

Beberapa penelitian menyatakan, ada kemungkinan sindrom iritasi
usus besar diturunkan dalam keluarga. Kemungkinan faktor genetik berperan dalam
sindrom iritasi usus besar adalah 0-57 persen.

4. Hormon

Gejala IBS sering muncul pada wanita yang sedang mengalami
menstruasi. Hormon reproduksi estrogen dan progesteron dapat meningkatkan
gejala IBS.

5. Obat-obatan Konvensional

Banyak pasien yang menderita IBS melaporkan, mereka
mengalami pertambahan berat badan setelah menggunakan obat-obatan konvensional.
Contohnya mengonsumsi obat antibiotik, steroid, dan anti inflamasi.