Bid TIK Kepri – Jika kamu seorang web administrator atau sedang bercita-cita menjadi salah satunya, kamu pasti tahu betapa pentingnya portofolio. Ini adalah pintu gerbang utama yang akan memperlihatkan skill dan keahlianmu ke dunia luar. Tapi, bagaimana sih tips membuat portofolio untuk web administrator yang memikat? Jangan khawatir, kita akan bahas langkah-langkahnya dengan gaya santai dan jelas.
Tips Membuat Portofolio Web Administrator
Sebelum masuk ke tips, yuk kita bahas dulu kenapa portofolio itu jadi elemen penting bagi seorang web administrator. Portofolio adalah cerminan kemampuanmu. Ini bukan sekadar daftar pengalaman kerja, tapi lebih ke bukti nyata dari apa yang bisa kamu lakukan. Dengan portofolio, kamu bisa menunjukkan project apa saja yang sudah kamu kerjakan, teknologi yang kamu kuasai, hingga bagaimana kamu menyelesaikan sebuah masalah. Ini semacam CV versi interaktif yang jauh lebih menarik.
1. Pilih Platform yang Tepat
Langkah pertama dalam membuat portofolio adalah memilih platform yang pas. Ada banyak pilihan platform untuk membuat portofolio online, seperti:
- WordPress. Cocok untuk yang ingin fleksibilitas tinggi.
- Wix atau Squarespace. User-friendly banget, terutama untuk pemula.
- GitHub Pages. Jika kamu mau sekaligus pamerin kemampuan coding.
Pastikan platform yang kamu pilih sesuai dengan kebutuhanmu. Jika kamu mau menunjukkan skill teknis yang lebih mendalam, gunakan platform seperti GitHub atau bahkan buat website custom sendiri. Ini bisa jadi nilai tambah di mata calon klien atau perusahaan.
2. Fokus pada User Interface (UI) dan User Experience (UX)
Web administrator bukan cuma soal backend, lho. Kamu juga harus peduli dengan tampilan dan pengalaman pengguna. Pastikan portofoliomu memiliki desain yang:
- Bersih dan profesional.
- Mudah dinavigasi.
- Responsif di semua perangkat, termasuk mobile.
Contohnya, gunakan layout yang simpel dengan menu navigasi yang jelas. Tambahkan elemen visual seperti ikon, grafik, atau bahkan animasi kecil untuk membuat portofoliomu lebih hidup.
3. Tampilkan Proyek Terbaikmu
Ini bagian inti dari portofolio proyek-proyek. Pilihlah proyek yang paling relevan dan menunjukkan kemampuan terbaikmu. Jika bisa, tampilkan juga:
- Deskripsi singkat tentang proyek tersebut.
- Peranmu dalam proyek.
- Teknologi yang digunakan (misalnya PHP, MySQL, atau framework tertentu).
- Tantangan yang kamu hadapi dan bagaimana kamu menyelesaikannya.
Misalnya, kamu pernah mengoptimasi kecepatan loading website klien dari 10 detik menjadi 2 detik. Tulis ini sebagai studi kasus singkat, lengkap dengan data sebelum dan sesudah.
4. Buat Bagian “Tentang Saya” yang Personal
Bagian “Tentang Saya” adalah kesempatanmu untuk berkomunikasi langsung dengan pengunjung. Jangan hanya menulis sesuatu yang terlalu formal. Ceritakan sedikit tentang latar belakangmu, apa yang membuatmu jatuh cinta pada dunia web, dan apa visi misimu sebagai web administrator.
Contoh:
“Halo! Nama saya Andi, seorang web administrator yang sudah 5 tahun berkecimpung di dunia digital. Saya suka menyelesaikan tantangan teknis dan membuat website lebih cepat, aman, dan efisien. Ketika tidak sedang menulis kode, saya biasanya ngopi sambil baca buku tentang teknologi terbaru.”
5. Sertakan Testimoni
Testimoni dari klien atau kolega sebelumnya bisa memberikan kepercayaan ekstra pada kemampuan. Jika kamu baru memulai karier dan belum punya banyak pengalaman, coba tawarkan jasamu secara gratis atau dengan biaya terjangkau kepada teman atau komunitas lokal. Dari situ, kamu bisa meminta testimoni yang jujur untuk memperkuat portofolio.
Baca Juga:Cara Membuat Portofolio yang Menarik untuk Lulusan Baru
6. Perbarui Secara Berkala
Portofolio itu bukan sesuatu yang dibuat sekali terus ditinggal. Kamu perlu terus memperbarui portofoliomu seiring bertambahnya pengalaman dan kemampuanmu. Tambahkan proyek-proyek baru, pelajari tren desain terbaru, dan pastikan semua link di portofolio tetap berfungsi.
7. Gunakan Bahasa yang Komunikatif
Saat menulis deskripsi proyek atau bagian lainnya, gunakan bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami. Hindari istilah teknis yang terlalu rumit kecuali benar-benar diperlukan. Ingat, portofolio mungkin akan dilihat oleh orang HRD atau manajer non-teknis, jadi pastikan mereka juga bisa mengerti.
8. Tunjukkan Keahlian Tambahan
Jika kamu punya keahlian lain yang relevan, seperti kemampuan desain grafis, SEO, atau bahkan kemampuan komunikasi yang baik, jangan ragu untuk menampilkannya. Ini bisa jadi nilai tambah yang membuatmu lebih unggul dibanding kandidat lain.
9. Tambahkan Blog atau Artikel
Bagian ini opsional, tapi sangat disarankan. Jika kamu punya waktu, tambahkan blog ke portofoliomu. Tulis artikel tentang pengalamanmu sebagai web administrator, tutorial singkat, atau pandanganmu tentang tren teknologi terbaru. Ini bisa menunjukkan bahwa kamu benar-benar passionate di bidang ini.
10. Buat Call-to-Action yang Jelas
Di bagian akhir portofoliomu, tambahkan call-to-action (CTA) yang mengarahkan pengunjung untuk menghubungimu. Misalnya:
- “Ingin bekerja sama? Klik di sini untuk menghubungi saya.”
- “Punya proyek menarik? Yuk, diskusikan dengan saya di [email atau nomor telepon].”
CTA ini penting untuk memastikan pengunjung tahu langkah berikutnya jika mereka tertarik denganmu.
Membuat portofolio untuk web administrator itu memang memerlukan waktu dan usaha, tapi hasilnya pasti sepadan. Dengan portofolio yang memikat, kamu tidak hanya menunjukkan keahlianmu, tapi juga kepribadian dan profesionalisme. Jadi, tunggu apa lagi? Mulailah merancang portofoliomu hari ini dan jadikan itu alat terbaik untuk membuka peluang karier yang lebih luas. Semangat!
Jika kamu punya passion di dunia teknologi dan digital, tidak ada salahnya gabung dengan Bid TIK Kepri! Kampus ini menawarkan program studi Manajemen Informatika, menggabungkan manajemen dan teknologi, program ini mempersiapkanmu menjadi ahli yang mampu mengelola infrastruktur IT sekaligus mendukung proses bisnis.
Program ini dilengkapi dengan kursus Sertifikasi Web Administrator, yang akan mengajarkan kamu maintain website performace, menganalisis tools website dan masih banyak lagi, yang bisa mengembangkan skill kamu di bidang website.
Jangan tunggu tunggu terlalu lama. Pendaftaran mahasiswa baru sudah dibuka, lho. Di sini, kamu bakal belajar jadi profesional andal di bidang web development, sistem informasi, dan banyak lagi. Yuk, wujudkan impian bareng kami!***