Kasubdit Gakkim Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar, menjelaskan bahwa pelanggaran tersebut didominasi oleh pengemudi sepeda motor, Senin (03/08/2020).
Kasubdit Gakkim Ditlantas Polda Metro Jaya menjelaskan, jumlah pelanggaran tertinggi yang terjaring dalam operasi kemarin adalah melawan arus, yakni sejumlah 703 pelanggaran. Jenis pelanggaran ini selalu menjadi yang terbanyak sejak Operasi Patuh Jaya 2020 pertama kali digelar.
Operasi Patuh Jaya 2020 yang digelar Polda Metro Jaya akan berlangsung selama dua pekan, yakni dari 23 Juli 2020 hingga 5 Agustus 2020. Operasi ini dilakukan untuk mendisiplinkan pengguna jalan selama masa PSBB transisi menghadapi wabah Covid-19.
Dalam operasi kali ini, polisi akan mulai melakukan tilang konvensional kepada pelanggar. Sebelumnya, tilang jenis ini ditiadakan untuk mengurangi interaksi langsung antara petugas dengan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.
Dalam Operasi Patuh Jaya 2020 ini, polisi menindak 15 jenis pelanggaran, di antaranya seperti melawan arus, melanggar stopline, tidak mengenakan helm SNI, melintasi bahu jalan dan penggunaan rotator dan sirene yang tidak sesuai ketentuan.
(fn//