(Jokowi) optimistis Indonesia akan menjadi poros karbon dunia.
Menurut Presiden Jokowi, hal itu bisa terjadi asal Indonesia
melakukan sejumlah langkah konkret yang dilakukan semua pemangku kepentingan.
“Indonesia bisa menjadi poros karbon dunia asalkan
langkah-langkah konkret tersebut digarap secara konsisten dan bersama sama oleh
pemangku kepentingan. Baik oleh pemerintah, oleh swasta, masyarakat, dan
bersama-sama dengan stakeholders lainnya,” ujar Presiden Jokowi, Selasa
.
Setidaknya ada sejumlah langkah konkret yang harus dilakukan
agar Indonesia menjadi poros utama karbon dunia. Pertama, menjadikan standar
karbon internasional sebagai rujukan dan manfaatkan teknologi untuk transaksi
agar efektif dan efisien.
“Kedua harus ada target, harus ada timeline. Baik untuk
pasar dalam negeri dan nantinya pasar luar negeri, pasar internasional, segera
masuk ke sana,” tutur Presiden Jokowi.
Ketiga, atur dan fasilitasi pasar karbon sukarela sesuai praktik
di komunitas internasional. Selain itu, memastikan standar internasional
tersebut tidak mengganggu target NDC (Nationally Determined Contribution)
Indonesia.
NDC adalah dokumen yang memuat komitmen dan aksi iklim
sebuah negara yang dikomunikasikan kepada dunia. Yaitu melalui United Nations
Framework Convention on Climate Change .
Presiden Jokowi juga menyebut, langkah-langkah konkret perlu
dilakukan untuk mengatasi ancaman perubahan iklim. Menurutnya ancaman perubahan
iklim saat ini sudah bisa dirasakan.
“Kenaikan suhu bumi, kekeringan, banjir, polusi,
sehingga dibutuhkan langkah-langkah konkret untuk mengatasinya,” tutup
Presiden Jokowi.