Spesialis saraf, Dokter Muhammad Kurniawan, menjelaskan bahwa ada keterkaitan antara polusi udara dan penyakit stroke.
“Belakangan ini, organisasi kesehatan dunia (WHO) dan publikasi-publikasi ilmiah telah mengaitkan polusi udara dengan masalah kardiovaskular. Polusi udara memiliki potensi untuk meningkatkan inflamasi kronis yang pada gilirannya dapat merusak dinding pembuluh darah, yang mengakibatkan sumbatan dan risiko stroke. Pendarahan ini disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah, dan masalah ini telah menjadi perhatian global,” jelasnya, dilansir dari beritasatu, Jumat .
Menurut dr. Kurniawan, saat terjadi polusi udara yang tinggi dan cuaca panas ekstrem, orang-orang juga berisiko mengalami dehidrasi. Dehidrasi ini dapat memengaruhi kekentalan darah, yang pada gilirannya dapat meningkatkan risiko stroke.
“Dehidrasi juga bisa menyebabkan darah menjadi lebih kental dan berkontribusi pada risiko stroke akibat sumbatan,” tambahnya.