Polri Petakan Potensi Kerawanan Wilayah Pilkada Serentak 2020

polri petakan potensi kerawanan wilayah pilkada serentak 2020 35085
Bid TIK Polda KepriSubang. Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol. Agus Andrianto menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah memetakan potensi kerawanan di wilayah – wilayah yang menggelar Pemilihan Kepala Daerah yang akan digelar serentak pada 270 daerah dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota dengan sandi Operasi Praja 2020

“Ada Operasi Mantap Praja nanti dilaksanakan oleh seluruh Polda. Mereka memetakan kerawanan pilkada,” terang Komjen Pol. Agus Andrianto Kabaharkam di Desa Manyingsal, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, Kamis (03/09/20).

Menurut Jenderal bintang tersebut jajaran Polri telah memetakan potensi kerawanan pilkada serentak, Polri selanjutnya akan melakukan antisipasi dan upaya pencegahan dini. “Dan mengantisipasi langkah-langkah, tahapan-tahapan yang dilaksanakan,” tegas Kabaharkam Polri.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Pol Idham Azis telah menerbitkan Surat Telegram Kapolri mengenai rencana dimulainya Operasi Mantap Praja 2020 untuk menyukseskan pengamanan Pilkada Serentak 2020.

Operasi Mantap Praja 2020 itu sebagaimana tertuang dalam Surat Telegram Nomor : STR/387/VI/OPS.1.3./2020 tanggal 30 Juni 2020 tentang Rencana Dimulainya Operasi Mantap Praja 2020 secara serentak TMT (Terhitung Mulai Tanggal) 3 September 2020.
Operasi Mantap Praja 2020 dilakukan menyambut tahapan pilkada serentak yang akan dimulai pada 4 September 2020.

Terkait hal itu, sejak 1 September 2020, Polda dan Polres jajaran telah melaksanakan Latihan Pra Operasi Mantap Praja 2020.

Mengingat pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 akan sedikit berbeda dari biasanya karena digelar di tengah pandemi COVID-19, Kapolri Idham Azis pun telah memerintahkan kepada seluruh jajaran Polri untuk selalu siap menghadapi situasi apapun dalam menyukseskan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020.

“Seluruh kekuatan yang dilibatkan dalam tiap tahapan akan disesuaikan dengan tingkat kerawanan dan kebutuhan dari masing-masing wilayah,” tutup lulusan Akabri Tahun 1989

(ym//)