menggagalkan upaya pengiriman 5.500 ekor benur lobster yang dibawa dari Lampung
ke Jambi, Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Riau (Kepri) melepas liarkan
kurang lebih 1.500 ekor benur lobster hasil penindakan di Perairan Pulau Labun,
Kota Batam Kepulauan Riau, Kamis (27/7).
Dalam keterangannya, Dirkrimsus Polda Kepri, Kombes. Pol.
Nasriadi, S.H., S.I.K, M.H., menyebutkan, jumlah benur lobster yang dilepaskan
tersebut berkurang dari jumlah hasil penindakan sebanyak 5.500 ekor, hal itu
dikarenakan mati saat di perjalanan dan sebagian diawetkan untuk pembuktian di
pengadilan.
“Jumlah benih bening lobster yang dapat di selamatkan
dan dilepas liarkan yaitu kurang lebih sebanyak 1.500 ekor dari total 5.500.
Sedangkan sisanya dipastikan sudah mati dan diawetkan untuk pembuktian,”
ujarnya dilansir Antaranews, Jumat .
Kombes. Pol. Nasriadi mengungkapkan kegiatan pelepasliaran
benur lobster tersebut sudah sesuai arahan Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir
dan Laut (BPSPL) Padang. Yaitu di Perairan Pulau Labun yang masuk dalam
pencadangan kawasan konservasi perairan Batam.
Lebih lanjut, Kombes. Pol. Nasriadi, menjelaskan benur
lobster yang dilepas liarkan itu merupakan hasil pengungkapan timnya pada Rabu
(26/7). Di mana timnya berhasil menggagalkan upaya pengiriman 5.500 ekor benur
lobster yang akan diselundupkan
ke negara Singapura melalui kota Batam dari Provinsi Lampung.
Ia mengatakan, dalam pengungkapan itu pihaknya berhasil
menangkap empat orang tersangka berinisial SB, AH, F dan Z. Mereka ditangkap di
Pelabuhan Rakyat yang berada di Tanjung Riau, Kota Batam.
“Benur lobster tersebut berasal dari Bandar Lampung
menuju Jambi. Dari Jambi dibawa dengan menggunakan kapal cepat menuju Batam.
Diketahui benur lobster
tersebut dijual dengan kisaran harga satu ekor benur lobster jenis mutiara
Rp150 ribu dan jenis pasir Rp100 ribu,” jelasnya.