Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Yusri Yunus menjelaskan bahwa Kapolda Metro Jaya sudah membentuk tim-tim untuk mengantisipasi kejadian tersebut, beroperasi baik daring maupun langsung.
“Pak Kapolda sudah membentuk tim kejahatan jalanan baik itu begal, tawuran, premanisme hingga 3C (curat, curas, curanmor). Tim sudah terbentuk dan telah bekerja sampai sekarang,” terang Kombes Pol. Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Sabtu, (12/09/20).
Kabid Humas Polda Metro Jaya menjelaskan memang ada beberapa lokasi yang rawan dijadikan tempat tawuran, dan pelakunya bukan hanya antarpelajar namun juga antarkelompok tertentu. Modus mengajak tawuran pun menurutnya belum tentu secara langsung, tapi bisa lewat media sosial.
Menurut Perwira Menengah Polda Metro Jaya hal tersebut dilaksanakan di beberapa lokasi seperti Jakarta Timur, Depok dan Jakarta Selatan.
“Sistemnya itu mereka menantang lewat media sosial tapi tim sudah bekerja juga, dalam hal ini kami lakukan patroli siber di dunia maya. Kami sering lakukan preventif pencegahan.” Jelas Mantan Kabag Pensat Divisi Humas Polri
Selain mengawasi di media sosial, Kombes Pol. Yusri Yunus menambahkan polisi juga sudah memetakan lokasi-lokasi yang rawan tawuran dan jam-jam saat kejadian tersebut biasa berlangsung, guna mencegah tawuran sebelum terjadi secepat mungkin.
“3 pilar ini, bersama TNI, Polri, dan pemerintah daerah kita lakukan skala besar, kami lakukan patroli bersama,” tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya.
Diketahui dalam beberapa pekan belakangan kejadian tawuran kerap terjadi di berbagai lokasi di Jakarta, seperti di kawasan pesisir Kalibaru, Jakarta Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, juga di Johar Baru, Jakarta Pusat.
(ym//)