Bid TIK Polda Kepri – Jayapura. Pemerintah Daerah
Nabire bersama TNI-Polri mengadakan pertemuan di Kantor Distrik Uwapa guna
mencari solusi dan mendengar keluh kesah pascakonflik dua kelompok warga.
Konflik itu sendiri mengakibatkan dua orang meninggal dunia.
Bupati Nabire, Mesak Magai, menyampaikan tujuan Pemda Nabire
beserta Kapolres Nabire dan Dandim 1705 Nabire hadir disini untuk memastikan
keamanan di Nabire serta membantu memediasi penyelesaian masalah yang telah
terjadi.
“Kami Pimpinan Pemerintah Daerah Nabire ingin menyampaikan
turut berduka cita atas meninggalnya dua korban dari masyarakat Suku Mee dan
tujuannya kami mengadakan pertemuan ini untuk menyelesaikan masalah yang
terjadi di Nabire,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Kamis (8/6/23).
Ia menuturkan, dalam pertemuan itu berharap adanya solusi
agar tidak ada lagi korban maupun hal-hal yang tidak diinginkan bersama seperti
pembakaran rumah warga ataupun lainnya. Konflik yang terjadi harus segera
diselesaikan, sehingga warga dapat kembali beraktivitas tanpa adanya rasa takut
yang berkepanjangan.
Ditambahkan Kapolres Nabire AKBP I Ketut Suarnaya, dalam
pertemuan juga dilaporkan bahwa pada Rabu (7/6/23) sekitar pukul 22.45 WIT
telah terjadi pembakaran rumah warga. Dari data sementara personel di lapangan,
katanya, 6 rumah di KM 80 dan dan satu rumah di KM 64 menjadi korban amuk
warga.
Menurutnya, sampai saat ini aparat TNI-Polri masih melakukan
penyelidikan terhadap para korban yang mengalami luka-luka karena belum adanya
korban yang dibawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat. Ia memastikan,
penyelesaian konflik akan dilakukan tanpa membuat adanya korban lain dan
kerugian materiil.
Kapolres Nabire juga mengimbau kepada seluruh masyarakat
agar dalam penyelesaian masalah harus dengan baik dan aman. Semua juga wajib
menjaga situasi Kamtibmas kabupaten Nabire tetap kondusif.
“Kami juga meminta kepada para tokoh maupun yang diberikan
tanggung jawab di masing-masing kelompok untuk bisa membantu kami dalam
mengendalikan warganya sehingga tidak kedamaian yang kita harapkan bersama
dapat kita ciptakan di Kabupaten Nabire serta aktivitas dapat berjalan kembali
seperti pusat perbelanjaan, perkantoran dan sekolah-sekolah,” ujarnya.
Usai mendengarkan penyampaian Bupati dan Kapolres Nabire,
dilakukan penyerahan santunan dari Bupati Nabire sebesar Rp20.000.000 dan
Bupati Paniai sebesar Rp100.000.000 kepada pihak keluarga korban.