Personel Bidhumas Polda Banten dan PPID Polresta Tangerang Ikuti Pelatihan Manajemen Media

personel bidhumas polda banten dan ppid polresta tangerang ikuti pelatihan manajemen media 22981
Bid TIK Polda Kepri Polda Riau dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkoordinasi dengan kepolisian daerah setempat guna menekan praktik investasi bodong dan pinjaman daring ilegal (pinjol) yang kian meresahkan masyarakat.

Pertemuan OJK dan Polda Riau ini berlangsung secara tatap muka pada Senin, 24 Januari 2022.

Kepala OJK Riau, Muhamad Lutfi mengatakan, OJK sudah melakukan berbagai kebijakan untuk memberantas penawaran investasi ilegal dan pinjaman daring ilegal melalui Satgas Waspada Investasi (SWI). Termasuk menjalankan berbagai program edukasi kepada masyarakat untuk menggunakan fintech lending yang terdaftar atau berizin di OJK.

“OJK juga mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh Polda Riau, di antaranya proses hukum terhadap pelaku investasi ilegal dan pinjol ilegal yang ada di wilayah hukum Provinsi Riau beberapa waktu lalu,” kata dia.

Upaya-upaya preventif, untuk atasi persoalan ini harus terus dilakukan. Ia mengatakan, seluruh anggota SWI harus membangun suatu sistem yang terintegrasi dan terstruktur untuk melawan masifnya penawaran di tengah-tengah masyarakat.

Kapolda Riau Irjen. Pol. Muhammad Iqbal, S.I.K., M.H., mendukung pemberantasan berbagai penawaran investasi ilegal dan pinjol ilegal. Polda juga telah melakukan beberapa penyidikan berbagai modus operandi yang merugikan masyarakat.

“Ke depannya, Polda Riau siap bersinergi dengan Kantor OJK Provinsi Riau dalam berbagai kesempatan, seperti tindakan preventif berupa sosialisasi dan edukasi yang masif kepada masyarakat terkait dengan bahayanya penawaran investasi ilegal dan pinjaman online ilegal,” kata Irjen. Pol. Muhammad Iqbal, S.I.K., M.H.

Kapolda Riau menjelaskan bahwa pertemuan koordinasi bersama OJK ini merupakan salah satu wujud kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat guna memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang mengalami tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19.