Sebuah penelitian menemukan bahwa minum secangkir teh setiap hari dapat
mengurangi risiko penyakit diabetes tipe 2 setidaknya 28 persen.
Selain itu, minum teh dipercaya dapat mengurangi risiko
pradiabetes sebesar 15 persen. Minuman panas dikatakan dapat meningkatkan
ekskresi glukosa urine, meningkatkan resistensi insulin dan, oleh karena itu,
mengontrol gula darah.
Kelemahan dalam penelitian di Tiongkok ini adalah kebanyakan
orang meminum ‘teh hitam’ yang lebih sehat, dibandingkan teh hitam bergula yang
kebanyakan kita konsumsi. Namun, tim peneliti yakin manfaat serupa mungkin
datang dari keduanya.
“Temuan kami mengisyaratkan efek perlindungan dari
kebiasaan minum teh terhadap pengelolaan gula darah,” jelas Profesor
Tongzhi Wu, dari Universitas Adelaide, dilansir dari pmjnews, Jumat .
Profesor Tongzhi Wu, menambahkan, manfaat besar teh bagi
kesehatan termasuk penurunan risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe
2. Hal ini sudah diungkap dalam sejumlah penelitian sebelumnya.
“Telah dilaporkan dalam beberapa penelitian selama
beberapa tahun terakhir, namun mekanisme yang mendasari manfaat ini masih belum
jelas,” tambahnya.
“Temuan kami mengisyaratkan efek perlindungan dari
kebiasaan minum teh terhadap pengelolaan gula darah melalui peningkatan
ekskresi glukosa dalam urine, peningkatan resistensi insulin sehingga kontrol
gula darah lebih baik. Manfaat ini paling terasa di antara peminum teh hitam
setiap hari,” ungkapnya.
Sebagai informasi, temuan ini dipresentasikan pada pertemuan
tahunan Asosiasi Eropa untuk Studi Diabetes di Hamburg, Jerman.