Menko PMK: Stunting Jadi Penghalang Pembangunan SDM Lebih Berkualitas

menko pmk stunting jadi penghalang pembangunan sdm lebih berkualitas 60560

Bid TIK Polda Kepri

– Palembang. Menteri Koordinator
Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut
bahwa stunting menjadi penghalang dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM)
di Indonesia untuk lebih berkualitas.

“Perlu saya sampaikan bahwa saat ini, kami sedang berusaha
untuk menjauhkan keluarga kita dari neraka. Neraka tidak harus nanti setelah
mati, tapi juga neraka dunia,” ujar Menko PMK dalam konferensi pers Hari
Keluarga Nasional 2023, Rabu .

Menko PMK menekankan percepatan penurunan stunting saat ini
tengah menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia. Menurut SSGI 2022, angka
prevalensinya ada di 21,6 persen atau mengalami penurunan dari tahun sebelumnya
yang berada pada angka 24,4 persen.

Menko Muhadjir melihat, tingginya angka itu, masih menjadi
tantangan. Kementerian Kesehatan memaparkan, stunting berpotensi
memperlambat perkembangan otak, dengan dampak jangka panjang berupa
keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar, dan risiko serangan
penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi hingga obesitas.

“Kalau ini (stunting) tidak diperangi, akan sulit (bagi
kita) untuk menjadi negara maju dan kaitannya dengan prasyarat untuk menjadi
negara maju itu bebas stunting,” ujar Menko Muhadjir.

Permasalahan kedua yang ia soroti adalah kemiskinan ekstrem,
di mana angka secara nasional kemiskinan ekstrem menurut data BPS pada Maret
2022, sebesar 2,04 persen atau 5,59 juta jiwa. Angka itu juga mengalami
penurunan dari data Maret 2021 yang sebesar 2,14 persen atau 5,8 juta jiwa.

Terkait hal ini, pemerintah terus berupaya mengentaskan
kemiskinan ekstrem yang menjadi salah satu penyebab stunting dengan menargetkan jadi
nol persen di 2024.

“Tantangan lain yang dihadapi berupa masih banyak
penyakit sosial yang kian marak dan harus diwaspadai. Misalnya, seperti
penggunaan narkoba hingga adanya pikiran sesat yang berujung ekstrem seperti
aksi terorisme. Ketiga masalah itu dinilai menjadi tantangan besar yang harus
dihadapi guna mewujudkan Indonesia maju,” jelas Menko Muhadjir.

“Pemerintah memiliki perhatian yang sangat serius dalam
kaitannya dengan pembangunan keluarga. Kenapa keluarga ini penting? Karena
keluarga ini unit terkecil dari sebuah negara. Kalau keluarganya baik, bahagia,
maka negara itu secara teoritik juga akan bahagia,” tambah Menko Muhadjir.