Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asy’ari optimistis suasana Pilkada
Serentak 2024 tidak akan panas seperti Pilkada tahun sebelumnya. Sebab, parpol
peserta Pemilu 2024 akan terlebih dulu menunggu hasil pemungutan Pilpres dan Pileg.
Terutama, ujar
KPU, parpol menunggu hasil Pemilu 2024 untuk DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota,
yang kemudian hasilnya digunakan untuk menentukan pencalonan kepala daerah, di
Pilkada 2024.
“Nanti coblosan Pemilu 2024 pada 14 Februari, 35 hari
kemudian harus sudah ada penetapan hasil pemilu secara nasional. Sehingga,
kurang lebih 20 Maret (2024), tahu hasil pemilu terutama untuk DPRD Provinsi,
kabupaten/kota,” ujar Ketua
KPU, Kamis .
“Konfliknya tidak keras, karena sama-sama menunggu
hasil suaranya di DPRD, berapa yang dijadikan modal untuk syarat pencalonan Pilkada.
Sehingga sangat mungkin situasinya terjadi sekarang sedang sebagai lawan atau
kompetitor,” lanjutnya.
Selain itu, ia
melihat jika koalisi dalam Pilkada, belum terbentuk secara pasti. Kondisi
tersebut, sangat berbeda jika dibanding masa Pilkada 2017 DKI Jakarta.
“Dalam situasi yang lain, dalam Pilkada, bisa jadi
menjadi kawan dalam suatu koalisi, demikian juga dalam pemilu presiden. Di satu
sisi jadi kawan satu koalisi, tapi di waktu yang bersamaan jadi kompetitor
untuk pemilu legislatif,” ujar Ketua KPU.