Ia menerangkan, dalam operasi ini, target sasaran adalah orang berkendara, kendaraan, jalan, dan lokasi tujuan/pusat keramaian. Operasi ini, ujarnya, untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas.
“Selain itu juga merupakan upaya untuk menciptakan kondisi kamseltibcar lantas yang kondusif jelang pelaksanaan ops ketupat 2025 yang akan datang,” ungkapnya.
Operasi ini, ujarnya, juga sebagai tindak lanjut usai dilakukan analisa dan evaluasi (annev) pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas periode 2024. Dari hasil annev tersebut, ditemukan hasil angka pelanggaran berujung pada kecelakaan dialami usia 17-45 tahun.