Kemendag: Ekosistem Digital Bantu UMKM Petakan Minat Konsumen

kemendag ekosistem digital bantu umkm petakan minat konsumen 60797

Bid TIK Polda Kepri Bid TIK Polda Kepri

– Jakarta. Kementerian Perdagangan
(Kemendag) menuturkan lalu lintas data dalam ekosistem ekonomi digital sangat
penting untuk mendorong perekonomian usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Salah satunya untuk memetakan minat konsumen.

“Pemanfaatan data bisa digunakan untuk mengetahui minat
konsumen Indonesia seperti apa, sehingga pada akhirnya pelaku UMKM atau pelaku
usaha dalam negeri bisa memanfaatkan potensi pasar. Apa sih yang dibutuhkan
oleh masyarakat Indonesia dan itu produk yang bisa ciptakan diproduksi oleh
para pelaku usaha,” ujar Direktur Perdagangan Melalui Sistem Elektronik dan
Perdagangan Jasa Kemendag Rivan Ardianto, Selasa .

Rivan mengakui bahwa data pribadi dalam ekonomi digital
memang rentan dan potensial untuk disalahgunakan namun sebenarnya pemanfaatan
data dan informasi dalam ekonomi digital itu sendiri juga memberikan ruang
manfaat yang besar bagi para pelaku UMKM. 

Contohnya, melalui pemanfaatan data dengan analisa
dari market intelligence para pelaku UMKM bisa mengetahui
permintaan pasar, memetakan pasokan barang, hingga memudahkan dalam akses
pembiayaan.

“Penggunaan kata yang bertanggung jawab dapat mendorong
terwujudnya consumer trust dan consumer confident pada
perdagangan online sehingga pada akhirnya faktor keamanan menjadi salah satu
hal yang penting yang perlu dijaga keberadaannya dalam aktivitas perdagangan
secara online itu sendiri,” tutur Rivan.

Pengambilan keputusan berbasis data, juga
disebutnya akan memberikan pemerintah gambaran dan basis yang lebih baik
dalam pengambilan sebuah kebijakan. Selain itu, berbagai aktivitas usaha juga
perlu didorong untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Iklim investasi usaha yang kondusif dan regulasi yang
mendukung transformasi ekonomi juga perlu dilakukan beriringan untuk mendorong
peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Lebih lanjut, Rivan menyampaikan bahwa dalam 5 tahun
terakhir, ekonomi digital Indonesia tumbuh secara signifikan dan memiliki
potensi yang signifikan. Ekonomi digital memiliki jangkauan hampir sebesar 77
miliar dolar AS pada 2022 dan diprediksi mencapai 130 miliar dolar AS pada
2025.

Kemudian nilai transaksi untuk perdagangan elektronik
atau e-commerce sepanjang 2022 mencapai Rp476 triliun atau meningkat
18,7 persen dibandingkan tahun lalu dengan volume transaksi mencapai 3,48 juta
transaksi.

Mempertimbangkan besarnya potensi ekonomi digital,
lanjutnya, Kementerian Perdagangan membangun ekonomi digital melalui empat
pilar. Pertama, mendorong para pelaku UMKM bisa terbuka, tumbuh, dan inovatif
terhadap perubahan dan juga memiliki kemampuan untuk berkembang.

Kedua adalah menyinergikan pelaku UMKM
dengan platform digital atau market place untuk mendorong
para pelaku UMKM tumbuh berkembang dan bisa memberikan peningkatan kompetensi
sehingga bisa mampu go digital dan juga go ekspor.

Ketiga, Kemendag senantiasa mendorong ritel modern untuk
memberikan akses kemitraan kepada UMKM agar jangkauan produk UMKM dapat semakin
luas. Pilar tersebut diwujudkan antara lain melalui ritel modern yang memasok
produk UMKM lokal khas dari suatu daerah.

“Yang terakhir adalah bagaimana pilar lembaga pembiayaan
perbankan dapat memberikan akses pembiayaan bagi UMKM itu sendiri,” ucap Rivan.