Kapolri: Revitalisasi Situs Budaya Jadi Simbol Merawat Keberagaman

kapolri revitalisasi situs budaya jadi simbol merawat keberagaman 60327

Bid TIK Polda Kepri– Jakarta. Doa lintas agama baru
saja diselenggarakan di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan. Doa
lintas agama itu diselenggarakan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT)
Bhayangkara ke-77.

“Baru saja, kita bersama TNI-Polri dan seluruh elemen
masyarakat dan seluruh perwakilan lintas agama bersama-sama melaksanakan doa
bersama,  yakni doa lintas agama.
Tentunya kegiatan ini merupakan rangkaian dari Hari Bhayangkara ke-77 di mana
kegiatan kali ini selain doa lintas agama kita juga mengadakan kegiatan lomba
sebelumnya yang diikuti dari perwakilan masing-masing agama untuk meningkatkan
tingkat keimanan dari masing-masing anggota kami,” ujar Kapolri Jenderal Polisi
Drs. Listyo Sigit Prabowo usai acara, Jumat (30/6/23)

Kapolri menerangkan, acara ini juga dimeriahkan dengan lomba
MTQ, lomba menyanyi solo dan beregu kristiani, lomba baca kitab sloka dan lomba
membaca kitab darma panca.

 

“Ini semua kita lakukan untuk terus mencari dan mendorong
anggota untuk tetap bisa melaksanakan penguatan dari aspek kultural. Nilai
agama merupakan salah satu hal yang harus menjadi pedoman untuk terus melakukan
sifat-sifat baik dan menghindari pelanggaran,” jelas Jenderal Sigit

Tak hanya itu, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit
Prabowo juga mengumumkan adanya revitalisasi terhadap situs-situs budaya dan
situs agama serta situs nasional yang terdiri dari 77 situs sesuai dengan Hari
Ulang Tahun Bhayangkara ke 77. Jenderal Sigit menegaskan, revitalisasi menjadi
bentuk merawat bersama keberagaman yang dimiliki untuk terus dijaga menjadi
satu kekuatan, satu keberagaman yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

Lebih lanjut Kapolri memaparkan, ini juga menjadi modal
untuk terus menjaga kesatuan. Terlebih, menjelang Pemilu 2024.

“Semoga hasil dari pemilu tersebut dapat memperoleh dan
terpilih calon pemimpin nasional yang dapat merawat dan mewujudkan indonesia
maju dan indonesia emas,” jelas Jenderal Sigit.