Polda Kalsel bersinergi dengan instansi lain siap untuk menekan semaksimal mungkin peredaran narkoba di Provinsi Kalsel. Menurut Kapolda pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat dalam hal ini Polri dan BNN saja. Namun, sektor lain juga punya peran penting mendukungnya.
Jenderal Bintang Dua tersebut menyebut Kalimantan Selatan menjadi sasaran jaringan internasional dalam peredaran narkoba kelas kakap. Hal itu terbukti dari dua pengungkapan besar terakhir yaitu 208 kilogram sabu-sabu dan 300 kilogram sabu-sabu.
Kapolda juga mengakui Kalsel bukan hanya wilayah pemasaran namun juga dijadikan transit hingga gudang penyimpanan sementara narkoba sebelum disebar lagi ke provinsi lain bahkan ke Pulau Jawa.
Orang nomor satu di Polda Kalsel tersebut mengajak instansi lain serta peran masyarakat untuk berpartisipasi dalam menekan angka peredaran narkoba.