Wakapolri Komjen Pol. Gatot Eddy Pramono memerintahkan kepada Kapolda Maluku Irjen Pol Baharudin Djafar agar segera mendeteksi sejumlah titik rawan konflik sebelum Pilkada digelar di empat Kabupaten di Maluku yaitu di Kabupaten Seram Bagian Timur, Kabupaten Buru Selatan, Kabupaten Maluku Barat Daya dan Kabupaten Kepulauan Aru.
Komjen Pol. Gatot Eddy Pramono menjelaskan antisipasi titik rawan menjadi ujung tombak kelancaran Pilkada, sehingga mesti diantisipasi secara baik oleh seluruh jajaran kepolisian dan TNI.
“Deteksi itu adalah langkah yang paling penting. Lakukan langkah-langkah proaktif ketika kita mengetahui potensi kerawanan yang akan terjadi itu jangan sampai dia muncul kalau dia sudah muncul kita akan susah mengantisipasinya dan saya ingatkan kalau sampai terdadak dan nanti terjadi konflik sosial besar kita akan menurunkan tim dan Kapolres akan saya evaluasi,” terang Jenderal bintang tiga saat Rapat Koordinasi Pelaksanaan Persiapan Pilkada Serentak tahun 2020 di Provinsi Maluku, Jumat (24/07/20).
Wakapolri menuturkan bahwa TNI dan Polri tidak bisa menjaga keamanan sendiri tetapi membutuhkan bantuan dari semua pihak, termasuk kerjasama keamanan bersama Bupati dan walikota serta tokoh agama dan tokoh masyarakat di empat kabupaten yang akan menggelar Pilkada.
“Kalau ini dilakukan secara bersama-sama dan melihat pengalaman-pengalaman Pilkada yang terdahulu kemudian potensi konflik yang ada kemudian deteksi dini kita saya yakin semua bisa diatasi secara dini dan Pilkada di Maluku bisa dilaksanakan secara aman damai dan berhasil,” jelas Komjen Pol. Gatot Eddy Pramono.
(mz/bq/hy)