Ini Instruksi Kapolda Banten Saat Rakor Lintas Intansi Tentang Kewaspadaan dan Mitigasi Bencana Dampak La Nina

ini instruksi kapolda banten saat rakor lintas intansi tentang kewaspadaan dan mitigasi bencana dampak la nina 24905
Bid TIK Polda Kepri

Pasca paparan dari Kepala BMKG Propinsi Banten dan Kepala BPBD Propinsi Banten, Kapolda Banten IJP Dr. Rudy Heriyanto memberikan beberapa instruksi strategis kepada para Pejabat Utama dan para Kapolres jajaran untuk waspada bencana dan optimal dalam melaksanakan mitigasi bencana jika terjadi.

“Para Kapolres harus mampu mengidentifikasi dan menginventarisasi kerawanan bencana di wilayahnya seperti rawan banjir, longsor, gempa, angin puting beliung dan potensi kerawanan lainnya, dan petakan lokasi-lokasi rawan bencana tersebut di wilayah masing-masing,” tegas Kapolda.

Dengan memahami karakter kerawanan bencana dan lokasi rawan, maka Polda Banten dan Polres jajaran dapat menyusun rencana kontijensi bersama pihak terkait. “Pasca penyusunan rencana kontijensi secara bersama, Kapolres agar segera laksanakan apel kesiapsiagaan bencana dan simulasi-simulasi mitigasi bencana bersama TNI dan instansi terkait lainnya dengan menampilkan sumber daya peralatan dalam apel. Apel ini menjadi representasi bagi masyarakat bahwa polisi, TNI dan pemerintah daerah siap untuk menghadapi situasi bencana alam dampak La Nina,” jelas Kapolda.

Selain itu, jika memang bencana alam terjadi, maka personel Polri harus hadir memberikan pertolongan dan perbantuan kepada masyarakat. “Saat terjadi bencana alam, personel kepolisian harus tanggap membantu warga yang terdampak bencana, hadir di tengah warga yang mengalami kesulitan bersama dengan personel dari TNI dan instansi terkait lainnya,” terang Kapolda.

Pasca memberikan pertolongan saat bencana, maka selanjutnya yang menjadi perhatian adalah penyediaan tempat pengungsian yang aman, mudah diakses dan memiliki sanitasi yang baik untuk digunakan korban bencana. “Siapkan tempat-tempat pengungsian yang aman sehingga mudah diakses serta lengkapi sanitasi dan dapur umum untuk konsumsi” tegas Kapolda.

Guna mengikuti perkembangan ketinggian level air, maka Rudy Heriyanto meminta agar para Kapolres jajaran melakukan koordinasi yang intens dengan para penjaga juga pengelola pintu-pintu air. “Sesuai pengalaman sebelumnya, maka progres informasi ketinggian air di bendungan-bendungan perlu di-update, para Kapolres agar berkomunikasi intens dengan para pengelola pintu air,” perintah Kapolda Banten Irjen Pol. Dr. Rudy Heriyanto

Pasca bencana, selalu dibutuhkan kehadiran alat-alat berat untuk dapat digunakan di lokasi bencana. “Untuk itu para Kapolres perlu mendata para pemilik alat berat dan memploting alat berat tersebut pada lokasi yang rawan bencana, sehingga siaga untuk digunakan saat bencana alam terjadi,” ungkap Kapolda

Pada bagian akhir, Kapolda Banten memerintahkan jajaran reserse baik di tingkat Polda maupun Polres untuk melakukan penegakan hukum terhadap aktivitas penambangan liar dan penebangan pohon secara ilegal pada lokasi-lokasi yang dilindungi, sehingga tidak berdampak pada bencana alam tersebut. “Jangan ragu untuk lakukan penegakan hukum terhadap aktivitas penebangan pohon ilegal dan penambangan liar yang menjadi salah satu faktor terjadinya bencana alam” tutup Kaolda