Flask adalah salah satu framework web berbasis Python yang populer karena kesederhanaannya dan fleksibilitasnya. Dikembangkan oleh Armin Ronacher sebagai bagian dari proyek Pocoo, Flask pertama kali dirilis pada tahun 2010. Hingga kini, Flask telah menjadi pilihan utama bagi pengembang web yang membutuhkan kerangka kerja minimalis untuk membangun aplikasi web yang cepat dan efisien.
Apa itu Flask?
Flask adalah framework web mikro untuk Python yang dirancang dengan filosofi “sediakan apa yang dibutuhkan tanpa memaksakan keputusan”. Flask menawarkan kerangka dasar yang memungkinkan developer untuk membangun aplikasi web dari awal sesuai kebutuhan spesifik. Flask tidak memiliki lapisan tambahan seperti ORM bawaan atau form management, tetapi developer dapat dengan mudah menambahkan ekstensi untuk fitur-fitur ini.
Fitur Utama Flask
- Ringan dan Modular
Flask disebut sebagai “microframework” karena sifatnya yang minimalis. Anda hanya mendapatkan fitur inti yang diperlukan untuk menjalankan aplikasi web, seperti routing dan template rendering. - Fleksibilitas Tinggi
Pengembang memiliki kebebasan penuh untuk menentukan struktur aplikasi, memilih ekstensi, dan mengatur konfigurasi sesuai kebutuhan. - Dukungan Ekstensi
Flask mendukung berbagai ekstensi yang memudahkan integrasi fitur tambahan seperti autentikasi (Flask-Login), ORM (SQLAlchemy), atau form validation (Flask-WTF). - Built-in Development Server dan Debugger
Flask dilengkapi dengan development server dan debugger bawaan yang membantu pengembang untuk mengidentifikasi dan memperbaiki masalah selama pengembangan aplikasi. - Jinja2 Templating
Flask menggunakan Jinja2 sebagai sistem template defaultnya, yang mendukung sintaks yang fleksibel dan kemampuan untuk memisahkan logika dari tampilan. - RESTful Request Handling
Flask dirancang untuk mendukung aplikasi RESTful, menjadikannya ideal untuk membangun API modern.
Kelebihan Flask
- Simpel untuk Dipelajari
Dengan dokumentasi yang lengkap dan komunitas yang besar, Flask adalah pilihan ideal untuk pengembang pemula yang ingin belajar tentang pengembangan aplikasi web menggunakan Python. - Skalabilitas
Meskipun ringan, Flask dapat digunakan untuk membangun aplikasi web yang kompleks dengan bantuan ekstensi atau integrasi dengan layanan lain. - Komunitas yang Aktif
Flask memiliki komunitas pengembang yang besar, sehingga banyak tutorial, ekstensi, dan bantuan yang tersedia secara online. - Fleksibilitas dalam Pemilihan Teknologi
Flask memungkinkan pengembang untuk memilih pustaka dan teknologi sesuai preferensi mereka, memberikan kebebasan yang tidak dimiliki framework yang lebih opiniatif.
Kapan Menggunakan Flask?
Flask sangat cocok digunakan untuk:
- Proyek kecil hingga menengah seperti aplikasi web sederhana atau prototipe.
- API RESTful untuk aplikasi modern.
- Proyek yang membutuhkan fleksibilitas tinggi dan tidak ingin dibatasi oleh aturan framework yang kaku.
Lanjutkan membaca