El Nino-IOD Positif Berdampak Pada Kurangnya Sumber Air

el nino iod positif berdampak pada kurangnya sumber air 61187

Bid TIK Polda Kepri– Jakarta. Kepala Badan
Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, menjelaskan
fenomena El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang saling
menguatkan pada musim kemarau dapat berdampak pada kurangnya sumber air hingga
gagal panen.

Dampak dari dua fenomena tersebut membuat musim kemarau
menjadi lebih kering, dan curah hujan menjadi rendah hingga sangat rendah.

Kondisi tersebut membuat uap air sangat berkurang. Dengan
patokan jika curah hujan normal sekitar 20 mm untuk satu hari, menjadi curah
hujan untuk sebulan sekali, sehingga menjadi kering, atau bahkan tidak ada
hujan sama sekali.

“Bahkan bisa saja selama dua bulan menjadi sama sekali
hari tanpa hujan. Akibatnya tentu kekurangan air, kita khawatir akan kekurangan
sumber mata air menjadi kering, karena resapan hujannya juga berkurang. Nah
kalau kita kekurangan sumber air, yang terganggu adalah pertanian dan juga
kehidupan sehari-hari menjadi kekurangan air,” jelasnya Selasa (18/7/23).

 

Dwikorita Karnawati, menambahkan bahwa di sektor
pertanian dikhawatirkan akan terjadi gagal panen. Selain itu, juga dapat memicu
hama penyakit pada tanaman pertanian.

Risiko kesehatan, menurut dia, juga akan terjadi karena
kegiatan sanitasi menjadi terganggu akibat kekurangan air.

“MCK (mandi, cuci, kakus) menjadi terganggu, misalnya
untuk di daerah-daerah yang sangat tergantung air,” tambahnya dilansir
dari antaranews.com.

BMKG dalam hal ini telah berkoordinasi dengan berbagai
stakeholder untuk mengantisipasi dua fenomena tersebut yang diprediksi
puncaknya pada Agustus maupun awal September 2023.

Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, juga memerintahkan Menteri
Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo untuk menggenjot produksi beras guna
menjaga stok beras nasional menjelang fenomena El Nino atau musim cuaca
abnormal yang diperkirakan terjadi pada kuartal III 2023.