membantah bahwa tidak ada kebocoran data kependudukan di Ditjen Dukcapil.
Diberitakan sebelumnya, ramai adanya dugaan kebocoran 337
juta data kependudukan Ditjen Dukcapil.
Data tersebut berisi nama, Nomor Induk Kependudukan (NIK),
Nomor Kartu Keluarga (KK), bahkan juga nomor Akta Lahir dan Nikah.
“Sejauh ini, tidak ditemukan jejak kebocoran data pada
Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Terpusat online, yang
dijalankan oleh Ditjen Dukcapil Kemendagri saat ini,” terang Dirjen
Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi dikutip dari PMJ News, Rabu .
Masih dari keterangannya, pihaknya juga sudah melakukan
koordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) juga Kementerian
Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).
Bahkan, sekarang telah dilakukan mitigasi preventif dan
audit investigasi terkait dugaan kebocoran data kependudukan.
“Kami sampaikan kembali bahwa Ditjen Dukcapil
Kemendagri bersama dengan BSSN dan stakeholders terkait telah melaksanakan
mitigasi preventif dan audit investigasi secara cepat,” jelasnya.