Dorong Nelayan Ubah Pola Pikir Untuk Tingkatkan Penghasilan

temp 1619

TANJUNGPINANG- Dikelilingi laut, namun nelayan belum menjadi profesi yang menjanjikan di Kepri. Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri mendorong nelayan untuk memperkuat ekonomi dengan pekerjaan tambahan dan mendirikan koperasi, untuk mengurangi tengkulak.

“Kita harus merubah mindset (pola pikir) nelayan kita. Karena tidak semua mau bekerja tambahan. Sekarang kebanyakan nelayan pergi ashar balik subuh lalu dijual. Kita tambah dengan pekerjaan tambahan agar ekonomi mereka semakin meningkat,” ujar DR. H. TS Arif Fadillah, S.Sos, M.Si, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri, Kamis (16/9).

Pekerjaan tambahan dimaksud adalah dengan mendirikan keramba ikan. Saat ini kebanyakan keramba di Kepri, membudidayakan kerapu dan kakap. Ada beberapa klaster yang sudah ada, tersebar di Teluk Bintan, Tembeling, Lingga, Natuna dan Anambas.

Keramba ini bakal menjadi penyangga produksi ikan di Kepri, disamping produksi ikan tangkap. Jika nelayan tangkap juga memiliki keramba, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian. Pasalnya keramba cukup dapat diandalkan disaat cuaca sedang tidak memungkinkan untuk melaut.

“Sekarang kita mau mendorong rumput laut yang sudah sukses. Ada dua titik besar di Moro dan di Belakang Padang. Kita sudah ekspor sampai ke Jepang, untuk produk kesehatan dan bahan makanan,” tambah Arif.

Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri juga akan mengembangkan teripang di Lingga. Teripang sedang naik daun, karena diyakini berkhasiat untuk kesehatan dan kecantikan. Disamping mendorong nelayan tangkap untuk juga mendirikan keramba, juga akan dibentuk koperasi bagi nelayan.

“Akan bentuk koperasi nelayan. Mendorong mereka untuk menjadi penyanggah, untuk mengurangi tengkulak,” sebut Arif. Dengan koperasi ini, nelayan akan mendapat penghasilan lebih. Disamping itu harga ikan juga akan lebih stabil.