Dalam penjelasannya, Meta mengatakan ada seseorang di Cina membuat ribuan akun media sosial palsu yang dirancang seolah-olah berasal dari Amerika dan menggunakannya untuk menyebarkan konten politik yang bersifat polarisasi dalam upaya nyata untuk memecah belah AS menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.