Bid TIK Kepri – Dalam dunia pemasaran, copywriting merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk menarik perhatian audiens dan membujuk mereka agar melakukan tindakan yang diinginkan. Salah satu jenis copywriting yang sering digunakan adalah hard selling. Apa itu hard selling? Bagaimana cara mengenali ciri-cirinya dalam sebuah iklan atau tulisan pemasaran? Artikel ini akan membahas contoh copywriting hard selling serta ciri-ciri khas yang harus kamu ketahui.
Apa itu Copywriting Hard Selling?
Hard selling adalah pendekatan pemasaran yang mengutamakan ajakan langsung kepada konsumen untuk melakukan pembelian atau tindakan lainnya. Dalam hard selling, komunikasi yang dilakukan cenderung lebih tegas dan tidak terlalu memperhatikan proses membangun hubungan emosional dengan audiens. Fokus utama dari hard selling adalah menciptakan urgensi dan mendesak konsumen untuk segera bertindak, biasanya dengan membeli produk atau layanan.
Ketika kamu ingin menjadi copywriting sukses butuh lebih dari sekadar kreativitas. Kamu juga harus memahami strategi dan data agar bisa bersaing. Jika ingin meningkatkan skill dan memperkuat karier di industri ini, kamu bisa ikut Sertifikasi SEO Specialist dari Bid TIK Kepri.
Hard selling biasanya digunakan untuk produk atau layanan yang memiliki tujuan segera, seperti penawaran terbatas, diskon waktu terbatas, atau produk yang sedang tren dan butuh perhatian cepat.
Ciri-Ciri Copywriting Hard Selling
Untuk dapat mengenali apakah suatu teks termasuk dalam kategori hard selling, ada beberapa ciri khas yang dapat kamu perhatikan. Berikut adalah ciri-ciri copywriting hard selling:
1. Ajakan Langsung untuk Membeli (Call-to-Action yang Kuat)
Salah satu ciri utama dari hard selling adalah adanya call-to-action (CTA) yang sangat jelas dan langsung. Misalnya, “Beli Sekarang”, “Dapatkan Diskon 50% Hari Ini”, atau “Pesan Sekarang Sebelum Kehabisan”. CTA yang kuat ini bertujuan untuk memotivasi audiens agar segera mengambil tindakan tanpa menunda-nunda.
2. Menekankan Urgensi
Hard selling sering kali menciptakan rasa urgensi yang membuat audiens merasa mereka harus segera bertindak. Contoh kalimat seperti “Penawaran Terbatas”, “Hanya Tersisa 5 Stok Lagi”, atau “Promo Hanya Berlaku Hari Ini” digunakan untuk memicu perasaan bahwa jika mereka tidak segera membeli, mereka akan kehilangan kesempatan tersebut.
3. Fokus pada Manfaat dan Keuntungan Langsung
Copywriting hard selling lebih banyak menekankan pada manfaat yang akan didapatkan konsumen dengan membeli produk atau layanan tersebut. Keuntungan langsung, seperti harga diskon atau bonus tambahan, biasanya ditekankan untuk menggugah rasa ingin membeli. Misalnya, “Dapatkan Bonus Gratis jika Membeli Sekarang!” atau “Harga Spesial Hanya Hari Ini!”
4. Bahasa yang Tegas dan Persuasif
Dalam hard selling, penggunaan bahasa yang tegas dan persuasif sangat penting. Kalimat-kalimat yang digunakan sering kali tidak menggunakan kata-kata yang ambigu, melainkan langsung mengarah pada tindakan yang diinginkan. Misalnya, “Jangan Lewatkan Kesempatan Ini!” atau “Ayo, Segera Dapatkan Sekarang Juga!”
5. Penggunaan Testimonial dan Bukti Sosial
Hard selling sering kali mencantumkan testimonial atau bukti sosial untuk meyakinkan audiens bahwa produk tersebut benar-benar efektif dan layak dibeli. Testimonial yang menekankan hasil yang didapat setelah menggunakan produk atau layanan, atau bukti sosial berupa jumlah orang yang sudah membeli, bisa memberikan dorongan tambahan untuk segera melakukan pembelian.
Untuk kamu yang ingin mendalami pengetahuan dan keterampilan untuk membangun, meluncurkan, dan mengelola toko e-commerce secara profesional, coba deh ikut Google Certified E-commerce Management. Kursus ini mengajarkan cara menggunakan platform seperti Shopify untuk menjual produk secara online.
6. Tegas Mengenai Harga dan Tawaran
Dalam hard selling, harga sering kali dijadikan fokus utama, terutama apabila ada penawaran atau potongan harga yang menggiurkan. Kalimat yang menonjolkan harga murah atau diskon besar sering digunakan untuk menarik perhatian. Misalnya, “Harga Normal Rp500.000, Sekarang Hanya Rp199.000!” atau “Diskon 70% Hanya Hari Ini!”
Baca juga: Tips Membuat Copywriting dalam Email Marketing yang Baik
Contoh Copywriting Hard Selling
Agar lebih jelas, berikut ini adalah beberapa contoh dari copywriting hard selling yang bisa kamu temukan dalam berbagai platform pemasaran:
Contoh 1: Penawaran Produk Elektronik
“Smartphone Terbaru dengan Kamera 108MP, Beli Sekarang dan Dapatkan Diskon 30%! Penawaran Terbatas, Jangan Sampai Kehabisan! Pesan Sekarang Sebelum Tanggal 5!”
Dalam contoh ini, CTA yang kuat jelas terlihat dengan ajakan “Pesan Sekarang” dan “Dapatkan Diskon 30%”. Ada rasa urgensi yang ditampilkan dengan menyebutkan “Penawaran Terbatas” dan “Jangan Sampai Kehabisan”.
Contoh 2: Pelatihan Online
“Daftar Sekarang di Kursus Marketing Digital Terpopuler dan Dapatkan Akses Lifetime! Promo Diskon 50% Hanya Hari Ini! Jangan Lewatkan Kesempatan Emas Ini!”
Dalam contoh ini, kata-kata seperti “Daftar Sekarang”, “Promo Diskon 50% Hanya Hari Ini”, dan “Jangan Lewatkan Kesempatan Emas Ini” memberikan tekanan yang kuat agar audiens bertindak cepat dan memanfaatkan penawaran tersebut.
Contoh 3: Produk Kesehatan
“Obat Herbal Penguat Imun Terbukti Ampuh! Dapatkan 3 Botol hanya dengan Harga 1! Stok Terbatas, Pesan Sekarang Juga!”
Pada contoh ini, hard selling terlihat pada penggunaan klaim kuat seperti “Terbukti Ampuh” dan penawaran menarik “Dapatkan 3 Botol hanya dengan Harga 1”. Adanya kata “Stok Terbatas” dan “Pesan Sekarang Juga” semakin menekankan urgensi bagi konsumen untuk membeli segera.
Kapan Menggunakan Hard Selling?
Hard selling sangat efektif digunakan dalam situasi berikut:
- Penawaran Terbatas: Ketika produk atau layanan hanya tersedia dalam jumlah terbatas atau hanya dalam waktu tertentu. Kamu bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjadi reseller laptop di Bid TIK Kepri. Dengan modal ringan, kamu bisa mulai bisnis sendiri tanpa ribet! Punya pertanyaan atau butuh info lebih lanjut? Hubungi admin langsung di WhatsApp: Klik di sini
- Produk Musiman: Produk yang hanya dibutuhkan atau laris pada musim tertentu, seperti pakaian musim dingin, dekorasi liburan, atau produk musiman lainnya.
- Produk yang Perlu Segera Laku: Jika kamu perlu menjual produk atau layanan dengan cepat, hard selling bisa menjadi strategi yang efektif.
- Pengumuman Diskon atau Promosi: Ketika kamu ingin memberikan diskon besar atau promosi khusus, hard selling bisa menarik perhatian konsumen dengan cepat.
Jadi hard selling adalah teknik pemasaran yang berfokus pada ajakan langsung untuk membeli, dengan menciptakan urgensi dan menekankan manfaat langsung yang bisa didapat oleh konsumen. Dalam copywriting hard selling, CTA yang jelas, penggunaan urgensi, bahasa yang tegas, dan bukti sosial adalah ciri-ciri utama yang perlu diperhatikan. Jika digunakan dengan tepat, hard selling bisa sangat efektif dalam meningkatkan penjualan, terutama pada produk atau layanan yang membutuhkan keputusan pembelian cepat.
Namun, perlu diingat bahwa hard selling harus dilakukan dengan hati-hati, agar tidak terkesan memaksa atau terlalu agresif. Dengan strategi yang tepat, hard selling bisa menjadi alat yang sangat berguna dalam pemasaran kamu.
Optimalkan Skill Copywriting Kamu!
Bagi kamu yang ingin terjun lebih dalam ke dunia teknologi dan digital, jurusan Teknik Informatika di Bid TIK Kepri bisa jadi pilihan terbaik! Dengan kurikulum yang up-to-date, kamu bisa belajar banyak tentang pemrograman, analisis data, hingga digital marketing.
Jangan lewatkan kesempatan untuk bergabung dengan komunitas kreatif dan profesional di Bid TIK Kepri. Daftar sekarang melalui link ini: PMB Bid TIK Kepri!***