Tidak dapat dipungkiri, era digital telah membawa perubahan signifikan dalam cara kita menyimpan dan mengelola data.
Di jaman sekarang, konsep jadul dalam menyimpan data seperti flashdisk, harddrive dan hardware lainnya mulai tergeser oleh inovasi baru: Cloud Storage atau Penyimpanan Online.
Apa itu Cloud Storage? Apa saja manfaat menyimpan data disana dan apa saja kekurangannya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Apa itu Cloud Storage?
Sederhananya, Cloud Storage adalah penyimpanan berbasis internet. Alias penyimpanan online.
Dengan Cloud Storage, kita bisa menyimpan data di server yang terletak di tempat yang jauh dan mengaksesnya melalui internet.
Anggaplah server ini sebagai “gudang” virtual yang dapat diakses kapan saja dan dari mana saja, tanpa perlu membawa hardware seperti flashdisk atau hard disk.
Semua jenis file, mulai dari foto dan video hingga dokumen penting, dapat dengan mudah diakses tanpa harus khawatir tentang ruang penyimpanan fisik seperti flashdisk.
Contoh Cloud Storage yang biasa kita gunakan sehari-hari yaitu Google Drive, Dropbox, OneDrive, Mega, Terabox dan lain sebagainya.
Cara Kerja Cloud Storage
Cloud storage bekerja dengan memanfaatkan koneksi internet untuk menghubungkan pengguna ke penyimpanan online.
Sistem ini melibatkan setidaknya satu server yang terhubung ke internet, berfungsi sebagai perantara antara pengguna dan penyimpanan cloud.
Pengguna dapat mengirimkan file melalui internet ke server, baik secara manual maupun otomatis.
Server tersebut akan menyimpan file tersebut dan mengirimkannya ke beberapa server lainnya untuk redundansi. Data yang sudah tersimpan dapat diakses melalui antarmuka web.
Karena umumnya cloud storage memiliki beberapa server, gangguan pada satu server tidak akan menghentikan akses data.
Data masih dapat diakses melalui server lainnya, memastikan ketersediaan dan ketahanan sistem penyimpanan.
Keuntungan Menggunakan Cloud Storage
Pergeseran ke Cloud Storage membawa sejumlah keuntungan besar. Ada beberapa kelebihan Cloud Storage dibanding penyimpanan offline, diantaranya adalah:
- Data bisa diakses dari mana saja, cukup dengan koneksi internet.
- Akses Multi-Device: Data bisa diakses dari berbagai perangkat, seperti laptop, tablet, atau ponsel.
- Menghemat Ruang Penyimpanan: Kita bisa menghemat ruang penyimpanan di perangkat fisik seperti memori internal HP, flashdisk, atau harddisk eksternal.
- Berbagi data jadi lebih mudah, karena kita bisa mengirim file ke orang lain tanpa perlu upload ulang, cukup saling link file nya dan kirim link tersebut ke orang yang dituju.
- Bagi bisnis, Cloud Storage memungkinkan kolaborasi antar karyawan, karena mereka dapat mengedit dokumen bersama secara real-time
- Keamanan data juga ditingkatkan, karena penyedia layanan Cloud Storage biasanya mengimplementasikan langkah-langkah keamanan tinggi seperti enkripsi data dan otentikasi dua faktor.
- Data lebih aman dari infeksi virus.
Jenis-Jenis Cloud Storage
Mirip dengan penyimpanan offline seperti flashdisk dan harddisk, cloud storage juga memiliki beberapa jenis yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan.
Berikut ini adalah beberapa jenis cloud storage.
1. Public Cloud Storage
Public cloud storage adalah penyimpanan data berbasis online yang bisa diakses oleh siapa saja yang memiliki izin.
Beberapa penyedia layanan public cloud storage yang terkenal meliputi:
- Amazon Web Services (AWS)
- Alibaba Cloud
- Dropbox
- Microsoft Azure
- Google Workspace
- Dan lain sebagainya.
Keuntungan utama dari Public Cloud Storage adalah kemampuannya untuk menyediakan akses terbuka dan skalabilitas yang tinggi bagi pengguna.
Dengan data yang disimpan secara online dan dapat diakses dari berbagai perangkat dengan koneksi internet, pengguna dapat dengan mudah berbagi, mengelola, dan mengakses data mereka di mana saja dan kapan saja.
Layanan penyimpanan publik ini juga sering kali menawarkan infrastruktur yang kuat dan dapat ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan.
2. Private Cloud Storage
Private cloud storage adalah tipe penyimpanan berbasis online yang dirancang untuk menjaga kerahasiaan dan keamanan data.
Hanya individu, organisasi, atau perusahaan tertentu yang memiliki izin akses ke penyimpanan ini.
Jenis penyimpanan ini sangat sesuai bagi perusahaan yang ingin mengelola file secara online namun tetap mempertahankan kontrol penuh terhadap data sensitif mereka.
Private cloud storage memastikan bahwa hanya pihak yang berwenang yang dapat mengelola dan mengakses data.
Contoh dari Private Cloud Storage seperti:
- VMware vCloud
- OpenStack Private Cloud
- Microsoft Azure Stack
3. Hybrid Cloud Storage
Hybrid cloud storage menggabungkan elemen dari public dan private cloud storage.
Dengan gabungan seperti ini, memungkinkan organisasi atau perusahaan untuk memiliki fleksibilitas dalam menyimpan data yang sensitif dan yang kurang sensitif.
Data yang memerlukan tingkat keamanan lebih tinggi dapat disimpan di private cloud storage, sementara data yang lebih umum atau kurang sensitif dapat ditempatkan di public cloud storage.
Hybrid cloud storage memungkinkan adanya pengaturan yang lebih tepat tergantung pada jenis dan urgensi data.
Contoh dari platform hybrid cloud yaitu:
- AWS Outposts
- Azure Stack
- Azure Arc
- Microsoft Azure VMware Solution
- Google Anthos
- Nutanix Cloud Infrastructure
- Nutanix Cloud Clusters
- VMware Cloud Foundation
Apa Saja Kekurangan Cloud Storage?
Namun, seperti semua teknologi, Cloud Storage juga memiliki kekurangan. Berikut adalah beberapa kekurangan penyimpanan Cloud yang patut diketahui.
1. Ketergantungan pada Koneksi Internet
Akses ke data di Cloud Storage memerlukan koneksi internet yang stabil. Jika koneksi terputus atau lemot, akses ke data dapat terhambat atau bahkan tidak konek sama sekali.
2. Kekhawatiran Keamanan
Beberapa pengguna khawatir tentang keamanan data mereka saat disimpan di cloud.
Meskipun penyedia layanan cloud memiliki langkah-langkah keamanan, terdapat risiko potensial terhadap pelanggaran keamanan atau akses tidak sah.
3. Biaya
Bagi daily user seperti orang-orang biasa, Cloud Storage gratisan seperti Google Drive, Dropbox atau OneDrive mungkin sudah cukup memuaskan.
Tapi ketika penyimpanan ini mulai penuh, maka kita tidak punya pilihan lain selain membuat akun baru atau membayar biaya langganan bulanan/tahunan untuk upgrade ke kapasitas yang lebih besar.
4. Ketergantungan pada Pihak Ketiga
Dalam kasus penyimpanan cloud, pengguna bergantung pada penyedia layanan. Jika penyedia mengalami masalah atau menghentikan layanan, pengguna dapat kehilangan akses ke data mereka.
Kesimpulan
Dalam era digital yang terus berkembang, Cloud Storage telah menjadi solusi penyimpanan data yang mendominasi, memberikan kenyamanan dan aksesibilitas tanpa batas.
Artikel ini telah membahas pengertian dasar Cloud Storage, menguraikan manfaat yang ditawarkannya dalam berbagai aspek, namun juga tidak melupakan untuk menjelaskan kekurangan-kekurangan yang perlu diperhatikan dalam mempertimbangkan pilihan penyimpanan online ini.