Polisi Memburu Pelaku Pencurian Dengan Kapak di Agam

Bid TIK Polda Kepri – Bukittinggi. Polsek Ampek
Angkek Canduang, Polresta Bukittinggi, Polda Sumatera Barat memburu pelaku pencurian
yang beraksi dengan senjata tajam jenis kapak di sebuah kedai barang harian di
daerah setempat.

“Benar, telah terjadi dugaan pencurian di sebuah warung
harian di Balai Gurah, Ampek Angkek saat kaum muslim melaksanakan ibadah Jumat,
saat ini kami mengejar pelaku dengan proses penyelidikan,” ujar Kapolsek
Ampek Angkek Canduang, AKP Saherman, seperti yang dilansir Antaranews, Sabtu
(5/8/23).

Ia mengatakan petugas kepolisian telah mendatangi Tempat
Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan bukti serta keterangan saksi.

“Tersangka melakukan pengancaman kepada penjaga warung
dengan kapak, dalam rekaman kamera pengintai dia memakai helm dan masuk melalui
bagian belakang warung,” ujarnya.

Dalam aksinya, pelaku mengancam penjaga warung atas nama
Jannah (22) dan meminta uang dalam kotak kasir diberikan seluruhnya.

“Total kerugian Rp 4,5 juta, uang itu dilarikan pelaku
yang ciri-cirinya sudah kami dapati, diduga ia tidak sendirian,” jelasnya.

Kapolsek menegaskan kepolisian akan berusaha semaksimal
mungkin mengungkap pelaku pencurian dengan bekerja sama dengan Satuan Reskrim
Polresta Bukittinggi.

 

“Kami berusaha semaksimal mungkin untuk mengungkap
kasus ini dan kami minta masyarakat tetap berhati-hati dan antisipasi setiap
tindak kejahatan, apa pun informasi kami terima agar wilayah hukum Polresta
Bukittinggi tetap aman,” jelasnya.

Dari TKP, penjaga Kedai Grosir Restu Ayah Dan Ibu, Jannah
mengungkapkan dirinya tidak bisa berbuat banyak ketika pencuri yang tiba-tiba
muncul mengancam dengan sebilah kapak.

“Suasana sangat sepi karena semua orang ke masjid untuk
Salat Jumat, pelaku itu mengacungkan kapaknya mengancam meminta uang, semua
uang jual beli sejak pagi diambilnya dan langsung kabur,” ujar Jannah.

Sementara, pemilik warung, Irsal, mengaku hanya bisa pasrah
dan berharap pelaku bisa segera ditemukan.

“Kecurigaan saya terhadap identitas pelaku tentu ada,
tapi takut menuduh, semoga ia diberikan hidayah dan daerah ini aman
kembali,” jelasnya.

Sebelumnya, kejadian pencurian dengan kekerasan juga terjadi
di wilayah hukum Polresta Bukittinggi, pelaku memakai senjata api dan menembak
korbannya serta membawa kabur uang tunai Rp 70 juta.

Aksi itu terjadi pada Rabu (12/07) yang membuat heboh warga
Kota Bukittinggi, kepolisian juga masih memburu pelaku yang diketahui berjumlah
dua orang.