Cara Menanyakan Hasil Interview Lewat WhatsApp

Bid TIK Polda Kepri

Cara menanyakan hasil interview lewat WhatsApp? Duh, deg-degan banget ya nunggu kabar? Jangan sampai pesanmu malah bikin kesan kurang profesional! Artikel ini akan membantumu mengirim pesan WhatsApp yang tepat, mulai dari waktu pengiriman yang pas sampai pemilihan kata yang bikin HRD kepincut.

Siap-siap raih mimpi karirmu!

Mencari pekerjaan memang penuh tantangan, apalagi saat menunggu hasil interview. Rasa penasaran dan khawatir kerap muncul. Namun, mengirim pesan WhatsApp untuk menanyakan kabar setelah interview perlu dilakukan dengan bijak agar tetap profesional dan tidak terkesan mendesak. Artikel ini akan memberikan panduan lengkap, mulai dari contoh pesan yang sopan dan tepat waktu hingga tips memilih diksi yang tepat.

Waktu yang Tepat Mengirim Pesan

Nah, udah interview, deg-degan nunggu kabar? Jangan sampai kesabaranmu habis sebelum jawabannya datang! Menanyakan kabar setelah interview penting banget, tapi caranya juga perlu diperhatikan. Kapan waktu terbaiknya? Gimana caranya biar nggak terkesan desperate? Tenang, Hipwee bakal kasih bocoran!

Menentukan waktu mengirim pesan follow-up interview itu ibarat memilih momen pas untuk nembak gebetan. Terlalu cepat bisa bikin dia ilfil, terlalu lambat bisa bikin kesempatan melayang. Jadi, penting banget memilih timing yang tepat agar kesanmu tetap profesional dan berkelas.

Contoh Pesan WhatsApp Beberapa Jam Setelah Interview

Jika interviewmu selesai sore hari, misalnya pukul 16.00, menunggu beberapa jam sebelum mengirim pesan follow up adalah strategi yang cukup aman. Misalnya, kamu bisa mengirim pesan sekitar pukul 19.00 atau 20. 00. Jangan sampai pesanmu masuk saat mereka sedang makan malam atau istirahat.

Berikut contohnya:

“Selamat malam Pak/Bu [Nama Interviewer], terima kasih atas waktu dan kesempatannya hari ini. Saya sangat menikmati sesi interview dan diskusi kita. Semoga hari Bapak/Ibu menyenangkan.”

Contoh Pesan WhatsApp Satu Hari Setelah Interview

Menunggu satu hari setelah interview juga merupakan pilihan yang bijak. Ini memberi waktu pihak perusahaan untuk memproses informasi dan mempertimbangkan kandidat lainnya. Pesanmu bisa lebih fokus menanyakan kabar dan mengucapkan terima kasih sekali lagi. Contohnya:

“Selamat pagi Pak/Bu [Nama Interviewer], Semoga hari ini menyenangkan. Saya ingin sekali lagi mengucapkan terima kasih atas kesempatan interview kemarin. Saya sangat tertarik dengan posisi [Nama Posisi] di [Nama Perusahaan].”

Contoh Pesan WhatsApp Sopan Menanyakan Kabar Setelah Interview, Cara menanyakan hasil interview lewat whatsapp

Selain menanyakan hasil, kamu juga bisa sekadar menanyakan kabar. Ini menunjukkan ketertarikanmu tanpa terkesan memaksa. Contohnya:

“Selamat siang Pak/Bu [Nama Interviewer], bagaimana kabar Bapak/Ibu hari ini? Semoga segala aktivitas berjalan lancar. Sekali lagi, terima kasih atas waktunya kemarin.”

Panduan Singkat Waktu Ideal Mengirim Pesan Tindak Lanjut Interview

  • Beberapa jam setelah interview:Cocok jika interview selesai di siang atau sore hari. Pesanmu bisa singkat, berterima kasih, dan tidak menanyakan hasil.
  • Satu hari setelah interview:Memberi waktu perusahaan untuk memproses informasi. Pesan bisa sedikit lebih panjang, tetap sopan, dan bisa sedikit menunjukan antusiasme.
  • Tiga hari setelah interview:Jika belum ada kabar, kamu bisa mengirim pesan follow up untuk menanyakan kabar dan hasil interview. Jangan terlalu sering mengirim pesan.
  • Jangan mengirim pesan lebih dari satu kali dalam jangka waktu 3 hari:Terlalu sering mengirim pesan bisa memberikan kesan kurang profesional dan malah membuat pihak perusahaan kurang tertarik.

Tiga Skenario Waktu Pengiriman Pesan dan Dampaknya

Skenario Waktu Pengiriman Dampak Potensial
Skenario 1: Terlalu Cepat Langsung setelah interview selesai Terkesan terlalu bersemangat atau bahkan needy. Bisa mengurangi nilai profesionalitas.
Skenario 2: Tepat Waktu Satu hari setelah interview Menunjukkan ketertarikan tanpa terkesan mendesak. Kesempatan lebih besar untuk diingat.
Skenario 3: Terlalu Lambat Seminggu setelah interview Kesempatan untuk diingat sudah berkurang. Terkesan kurang antusias.

Menulis Pesan yang Sopan dan Profesional

Nggak cuma skill dan pengalaman yang diuji saat interview, etika komunikasi juga penting, lho! Bayangkan, interview udah lancar, tapi pesan WhatsApp kamu setelahnya bikin kesan buruk? Duh, sayang banget kan? Makanya, penting banget buat belajar bikin pesan WhatsApp yang sopan dan profesional setelah interview.

Berikut beberapa tips dan contoh yang bisa kamu contek.

Contoh Pembukaan Pesan WhatsApp yang Profesional

Pembukaan pesan WhatsApp pertama kali setelah interview itu ibarat first impression. Harus berkesan dan bikin HRD pengin lanjut komunikasi. Berikut tiga contoh pembukaan yang bisa kamu gunakan:

  1. “Selamat pagi/siang/sore Bapak/Ibu [Nama HRD], terima kasih atas waktu dan kesempatannya untuk mengikuti interview di [Nama Perusahaan] hari ini. Saya sangat menikmati sesi diskusi kita.”
  2. “Selamat sore Bapak/Ibu [Nama HRD], saya [Nama Kamu] dari sesi interview untuk posisi [Nama Posisi] tadi. Sekali lagi, terima kasih atas kesempatan yang diberikan.”
  3. “Selamat pagi Bapak/Ibu [Nama HRD], menindaklanjuti interview saya untuk posisi [Nama Posisi] di [Nama Perusahaan] tadi, saya ingin menanyakan kabar selanjutnya.”

Contoh Penutup Pesan WhatsApp yang Sopan

Penutup pesan juga penting untuk meninggalkan kesan positif. Jangan sampai pesanmu terkesan terburu-buru atau kurang menghargai waktu HRD.

  1. “Sekali lagi, terima kasih atas waktu dan pertimbangannya. Saya sangat antusias menunggu kabar selanjutnya.”
  2. “Saya berharap dapat mendengar kabar baik dari Bapak/Ibu segera. Terima kasih atas kesempatannya.”
  3. “Semoga hari Bapak/Ibu menyenangkan. Terima kasih atas waktunya dan saya nantikan informasi selanjutnya.”

Kesalahan Umum dalam Menulis Pesan WhatsApp Setelah Interview

Ada beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan pelamar kerja saat mengirim pesan WhatsApp setelah interview. Hindari kesalahan-kesalahan ini agar peluangmu lebih besar!

  • Terlalu informal:Menggunakan bahasa gaul atau emoji berlebihan bisa mengurangi profesionalitas.
  • Terlalu mendesak:Menanyakan hasil interview dengan nada mendesak atau terus-menerus bisa membuat HRD risih.
  • Keliru dalam penulisan:Kesalahan ejaan atau tata bahasa menunjukkan kurangnya perhatian terhadap detail.

Langkah-langkah Menulis Pesan WhatsApp yang Efektif dan Ramah

Supaya pesanmu efektif dan ramah, ikuti langkah-langkah ini:

  1. Tentukan tujuan:Apa yang ingin kamu tanyakan atau sampaikan?
  2. Pilih waktu yang tepat:Hindari mengirim pesan di jam kerja atau saat weekend kecuali ada hal penting.
  3. Gunakan bahasa yang sopan dan profesional:Hindari bahasa gaul dan singkatan.
  4. Tulis pesan dengan singkat, jelas, dan padat:Jangan bertele-tele.
  5. Baca ulang pesan sebelum mengirim:Pastikan tidak ada kesalahan ejaan atau tata bahasa.

Perbandingan Pesan WhatsApp Sopan dan Tidak Sopan

Contoh Pesan Kelebihan Kekurangan
“Hai kak, gimana kabar interviewku?” Singkat Terlalu informal, kurang profesional, dan terkesan kurang menghargai waktu HRD.
“Selamat siang Bapak/Ibu [Nama HRD], saya ingin menanyakan update terkait interview saya untuk posisi [Nama Posisi] kemarin. Terima kasih atas waktu dan pertimbangannya.” Sopan, profesional, dan jelas. Tidak ada kekurangan yang signifikan.

Menyesuaikan Pesan dengan Situasi

Nah, setelah interview, pasti deg-degan nunggu kabar, kan? Menanyakan hasil interview lewat WhatsApp emang gampang-gampang susah. Supaya nggak salah langkah dan kesanmu tetap positif, sesuaikan pesanmu dengan situasi dan kondisi interview yang udah kamu lalui. Berikut beberapa contoh pesan yang bisa kamu contek, dijamin bikin HRD makin tertarik sama kamu!

Contoh Pesan WhatsApp Jika Interview Berjalan Lancar

Kalau interview berjalan lancar, artinya kamu udah berhasil bikin kesan positif. Jangan ragu untuk menunjukkan antusiasmemu, tapi tetap sopan dan profesional. Hindari pesan yang terlalu berlebihan atau terkesan memaksa.

  • “Selamat siang, Pak/Bu [Nama HRD]. Terima kasih atas waktu dan kesempatannya kemarin. Saya sangat menikmati proses interview dan diskusi kita. Saya sangat tertarik dengan posisi [Nama Posisi] di [Nama Perusahaan] dan antusias untuk bergabung jika diberi kesempatan.”
  • “Bapak/Ibu [Nama HRD], salam kenal kembali. Terima kasih atas kesempatan interview kemarin. Saya merasa diskusi kita sangat produktif dan sesuai dengan harapan saya. Semoga saya diberi kesempatan untuk bergabung dengan tim [Nama Perusahaan].”

Contoh Pesan WhatsApp Jika Interview Kurang Lancar

Meskipun interview kurang lancar, tetap jaga sikap profesionalmu. Kamu bisa menyampaikan rasa terima kasih dan tetap menunjukkan ketertarikanmu pada posisi tersebut. Fokus pada poin-poin positif yang kamu ingat dari sesi interview.

  • “Selamat pagi, Pak/Bu [Nama HRD]. Terima kasih atas waktu dan kesempatannya kemarin. Saya menyadari beberapa jawaban saya mungkin kurang memuaskan, namun saya tetap sangat tertarik dengan posisi [Nama Posisi] dan akan terus belajar untuk meningkatkan kemampuan saya.”
  • “Selamat siang, Bapak/Ibu [Nama HRD]. Terima kasih atas kesempatan wawancara kemarin. Meskipun saya merasa ada beberapa hal yang belum bisa saya sampaikan secara optimal, saya tetap tertarik dengan posisi ini dan bersedia untuk belajar lebih lanjut.”

Contoh Pesan WhatsApp Jika Ingin Menanyakan Hal Spesifik yang Terlupakan Selama Interview

Ada hal penting yang terlupakan saat interview? Jangan ragu untuk menanyakannya secara singkat dan jelas. Hindari pertanyaan yang terlalu panjang atau rumit.

  • “Selamat siang, Pak/Bu [Nama HRD]. Mohon maaf, saya ingin menanyakan kembali mengenai [pertanyaan spesifik]. Terima kasih atas waktu dan perhatiannya.”

Contoh Pesan WhatsApp Jika Ingin Menyampaikan Rasa Terima Kasih dan Antusiasme

Menunjukkan rasa terima kasih dan antusiasme adalah kunci! Ungkapkan ketertarikanmu pada perusahaan dan posisi yang dilamar dengan cara yang tulus dan profesional.

  • “Selamat sore, Pak/Bu [Nama HRD]. Sekali lagi, terima kasih atas kesempatan interview kemarin. Saya sangat tertarik dengan visi dan misi [Nama Perusahaan], dan saya yakin dapat berkontribusi positif jika diberi kesempatan bergabung.”

Contoh Pesan WhatsApp Jika Ingin Menanyakan Estimasi Waktu Pengumuman Hasil

Menanyakan estimasi waktu pengumuman hasil boleh saja, asalkan dilakukan dengan sopan dan tidak terkesan mendesak. Tunggu waktu yang tepat sebelum bertanya, misalnya beberapa hari setelah interview.

  • “Selamat pagi, Pak/Bu [Nama HRD]. Saya ingin menanyakan estimasi waktu pengumuman hasil interview untuk posisi [Nama Posisi]. Terima kasih atas informasinya.”

Menggunakan Bahasa yang Tepat: Cara Menanyakan Hasil Interview Lewat Whatsapp

Nah, setelah kita bahas cara bikin pesan WhatsApp yang rapi dan nggak bikin HRD bingung, sekarang saatnya ngomongin hal penting lainnya: bahasa! Pilih kata-kata yang tepat itu kayak pilih baju kondangan, harus pas sama suasana. Salah pilih, bisa-bisa malah bikin kesan kurang profesional, padahal kamu udah usaha keras dapetin interview.

Bahasa yang kamu pakai di WhatsApp buat nanya kabar interview penting banget, lho. Ini menunjukkan etika dan profesionalitas kamu. Makanya, kita perlu bedain antara bahasa formal dan informal, biar nggak salah langkah.

Contoh Pesan WhatsApp Formal

Bahasa formal itu kayak bahasa di surat resmi, sopan dan nggak pakai singkatan-singkatan. Contohnya, gimana kalo kamu kirim pesan kayak gini:

“Selamat pagi, Bapak/Ibu [Nama HRD]. Saya [Nama Kamu], kandidat untuk posisi [Posisi yang dilamar]. Saya ingin menanyakan informasi lebih lanjut mengenai hasil seleksi interview yang telah saya ikuti pada tanggal [Tanggal Interview]. Terima kasih atas waktu dan perhatiannya.”

Contoh Pesan WhatsApp Informal (tetapi Tetap Sopan)

Nah, kalo kamu udah agak akrab sama HRD-nya (misalnya, udah ngobrol beberapa kali sebelum interview), kamu bisa pakai bahasa yang sedikit lebih santai, tapi tetep sopan ya! Contohnya:

“Selamat siang, Pak/Bu [Nama HRD]. Ini [Nama Kamu], yang interview kemarin. Mau nanya kabar hasil interviewnya, gimana ya? Terima kasih banyak sebelumnya.”

Perbedaan Penggunaan Bahasa Formal dan Informal

Perbedaannya jelas banget, kan? Bahasa formal lebih kaku dan resmi, cocok buat komunikasi pertama atau kalo kamu nggak terlalu kenal sama HRD. Bahasa informal lebih santai, tapi tetep harus sopan dan nggak berlebihan. Pilih yang sesuai konteks dan hubungan kamu sama HRD.

Bayangin aja, kalo kamu pakai bahasa gaul banget ke HRD yang baru kamu kenal, bisa-bisa kesan pertama kamu jadi kurang baik. Sebaliknya, kalo kamu terlalu formal ke HRD yang udah akrab, bisa-bisa malah terkesan kaku dan nggak enak diajak ngobrol.

Panduan Singkat Pemilihan Diksi yang Tepat

  • Kenali siapa yang kamu ajak bicara. Kalo belum kenal, lebih baik formal.
  • Perhatikan konteks. Tanya hasil interview itu situasi formal, jadi hindari bahasa gaul.
  • Gunakan kata-kata yang sopan dan santun. Hindari kata-kata kasar atau emosional.
  • Jaga kesederhanaan. Pesan yang singkat, padat, dan jelas lebih baik.

Tips Singkat Pemilihan Kata-Kata yang Tepat

Pilih kata-kata yang profesional, sopan, dan mudah dipahami. Hindari singkatan, bahasa gaul, dan emoji berlebihan. Ingat, pesan WhatsApp ini adalah refleksi dari diri kamu.

Menambahkan Informasi Tambahan yang Relevan

Nah, setelah kamu kirim pesan WhatsApp menanyakan kabar interview, ada satu trik ampuh biar kamu makin berkesan di mata HRD: tambahkan informasi tambahan yang relevan! Jangan sampai kamu cuma nanya hasil interview doang, kan? Kesempatan ini bisa kamu manfaatkan untuk sedikit “menyegarkan” ingatan mereka tentang kamu dan kemampuanmu.

Yang penting, jangan sampai bikin pesan jadi terlalu panjang dan membosankan ya!

Menambahkan informasi tambahan yang tepat bisa jadi pembeda. Bayangkan, dari sekian banyak pelamar, kamu adalah yang paling “memorable” karena berinisiatif memberikan informasi yang menunjukkan keseriusan dan kemampuanmu. Strategi ini bisa jadi senjata rahasia untuk meningkatkan peluangmu.

Contoh Pesan WhatsApp dengan Informasi Proyek Terbaru

Misalnya, kamu baru saja menyelesaikan sebuah proyek yang relevan dengan posisi yang kamu lamar. Jangan ragu untuk mencantumkannya! Ini menunjukkan kamu terus berkembang dan aktif di bidangmu. Contohnya, kalau kamu melamar posisi sebagai Web Developer, kamu bisa menambahkan informasi tentang proyek website terbaru yang kamu kembangkan, sekaligus menyertakan link portfolio-mu (jika ada).

Jangan lupa sebutkan kontribusi dan capaianmu dalam proyek tersebut.

  • Contoh: “Hai Pak/Bu [Nama HRD], terima kasih atas waktunya kemarin. Saya ingin sekalian sharing, saat ini saya sedang mengerjakan proyek website e-commerce yang menggunakan framework [sebutkan framework]. Saya bertanggung jawab atas [sebutkan tanggung jawab], dan berhasil meningkatkan [sebutkan metrik, misalnya kecepatan loading website] sebesar [sebutkan angka persentase].

    Portfolio saya bisa dilihat di [link portfolio].”

Contoh Pesan WhatsApp dengan Informasi Keterampilan Tambahan

Selain proyek, kamu juga bisa menambahkan informasi tentang keterampilan tambahan yang mungkin belum sempat kamu sampaikan saat interview. Misalnya, kamu baru saja mengikuti pelatihan atau workshop yang relevan, atau kamu menguasai software baru yang dibutuhkan perusahaan.

Ini menunjukkan komitmenmu untuk terus belajar dan mengembangkan diri.

  • Contoh: “Selamat pagi Pak/Bu [Nama HRD], terima kasih atas kesempatan interview kemarin. Saya ingin menambahkan bahwa saya baru saja menyelesaikan sertifikasi [sebutkan sertifikasi] di bidang [sebutkan bidang], yang saya rasa relevan dengan posisi yang saya lamar. Sertifikasi ini mencakup [sebutkan poin penting dari sertifikasi].”

Langkah-langkah Menambahkan Informasi Tambahan Secara Efektif

Kuncinya adalah singkat, padat, dan relevan. Jangan sampai pesanmu terlalu panjang dan membuat HRD malas membacanya. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Identifikasi informasi tambahan yang paling relevan dengan posisi dan perusahaan.
  2. Buat poin-poin singkat dan jelas tentang informasi tersebut.
  3. Susun pesan WhatsApp dengan bahasa yang profesional dan sopan.
  4. Pastikan pesan tidak terlalu panjang, maksimal 2-3 paragraf.
  5. Tambahkan link portfolio atau bukti lain jika diperlukan.

Ilustrasi Pesan WhatsApp Ideal dengan Informasi Tambahan

Bayangkan pesan WhatsApp berikut ini:

Pengirim [Nama Kamu]
Penerima [Nama HRD]
Pesan “Selamat siang Pak Budi, terima kasih atas waktu dan kesempatan interview kemarin. Saya ingin menambahkan bahwa saya baru menyelesaikan proyek pengembangan aplikasi mobile dengan fitur [sebutkan fitur] yang menggunakan teknologi [sebutkan teknologi]. Proyek ini berhasil meningkatkan efisiensi kerja tim sebesar 15%. Saya juga baru saja menyelesaikan kursus online tentang [sebutkan kursus] yang saya rasa sangat relevan dengan posisi Data Analyst yang saya lamar. Semoga informasi ini bermanfaat. Terima kasih.”

Pesan ini singkat, padat, dan menunjukkan keseriusan dan kemampuanmu. Informasi tambahan yang disebutkan juga relevan dengan posisi yang kamu lamar.

Penutupan Akhir

Menanyakan hasil interview lewat WhatsApp bisa jadi momen menegangkan, tapi dengan strategi yang tepat, kamu bisa meningkatkan peluangmu. Ingat, kesopanan dan profesionalisme adalah kunci. Jadi, jangan ragu untuk mengirim pesan yang menunjukkan antusiasmemu, tapi tetap jaga batasan. Semoga tips ini membantumu meraih kesuksesan karir! Selamat mencoba!

Panduan Pertanyaan dan Jawaban

Apa yang harus dilakukan jika tidak ada balasan setelah mengirim pesan?

Berikan waktu beberapa hari hingga seminggu. Jika masih belum ada balasan, bisa mencoba menghubungi melalui jalur lain seperti email atau telepon.

Bolehkah menanyakan gaji dalam pesan WhatsApp?

Sebaiknya tidak. Diskusi gaji lebih baik dilakukan saat sudah ada tawaran kerja formal.

Bagaimana jika interview dilakukan melalui video call? Apakah perlu mengirim pesan WhatsApp?

Tetap kirim pesan WhatsApp sebagai bentuk etika dan menjaga komunikasi. Namun, pesan bisa lebih singkat dan sederhana.

Apakah ada waktu yang tidak tepat untuk mengirim pesan?

Hindari mengirim pesan terlalu dini atau terlalu malam, dan perhatikan juga hari libur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *