Kapolda Kepri Tinjau Langsung Lokasi Kebakaran Kapal Federal II di Tanjung Uncang Kota Batan dan Jenguk Korban di Rumah Sakit

WhatsApp Image 2025 10 15 at 16.59.23 a

Penyelidikan Diperluas, Polda Kepri Dalami Unsur Kelalaian dan Standar K3 di Industri Galangan Kapal

Bid TIK Polda Kepri Asap hitam masih mengepul tipis dari kawasan galangan kapal PT ASL Marine Shipyard, Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, Rabu (15/10/2025) pagi. Sisa bau logam terbakar masih tercium di udara ketika Kapolda Kepulauan Riau, Irjen Pol Asep Safrudin, S.I.K., M.H., tiba di lokasi kejadian didampingi pejabat utama Polda Kepri dan Kapolresta Barelang.

Kehadiran Kapolda Kepri di lokasi kebakaran kapal tanker Federal II menandai dimulainya penyelidikan menyeluruh atas tragedi industri yang menelan banyak korban jiwa ini. Peristiwa kebakaran terjadi dini hari sekitar pukul 04.20 WIB, ketika sejumlah pekerja dari PT Rotary Engineer dan PT PTM tengah melakukan pekerjaan panas (hot work) di dalam Cargo Oil Tank (COT) kapal Federal II yang sedang dalam proses perbaikan.

Api tiba-tiba muncul dari dalam tangki dan memicu ledakan keras yang terdengar hingga ke area pemukiman di sekitar Tanjung Uncang. Ledakan itu segera disusul kobaran api besar yang membakar area kerja.

WhatsApp Image 2025 10 15 at 16.59.23

Tim keselamatan perusahaan berupaya memadamkan api dengan peralatan darurat, dibantu petugas pemadam kebakaran dari BP Batam dan kawasan industri. Api berhasil dijinakkan sekitar pukul 05.00 WIB. Namun, amukan api meninggalkan duka mendalam: 10 orang meninggal dunia dan 21 lainnya mengalami luka-luka, termasuk tujuh luka berat dan 14 luka ringan.

Para korban luka kini dirawat di beberapa rumah sakit di Batam, antara lain RS Mutiara Aini, RS Elizabeth Sei Lekop, RS Graha Hermine, dan RSUD Embung Fatimah. Sementara proses identifikasi dan otopsi terhadap korban meninggal dunia dilakukan di RS Bhayangkara Batam.

Kapolda Kepri: “Kami Akan Usut Secara Profesional dan Transparan”

Usai meninjau lokasi kejadian, Irjen Pol Asep Safrudin langsung menuju RS Bhayangkara Batam untuk memastikan proses identifikasi korban berjalan sesuai prosedur. Ia kemudian menjenguk para korban luka di RS Elizabeth Sei Lekop.

Dalam keterangannya kepada awak media, Kapolda Kepri menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban dan menegaskan komitmen Polda Kepri dalam mengusut tuntas penyebab kebakaran.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah ini. Kami akan menelusuri penyebab pasti kebakaran melalui olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi, dan analisa laboratorium forensik. Apabila ditemukan adanya unsur kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, maka akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Kapolda Kepri dengan nada tegas.

Kapolda menambahkan, penyelidikan dilakukan secara profesional dan transparan.

“Tidak ada yang akan ditutupi. Kami akan membuka hasil investigasi secara terbuka setelah seluruh bukti dan keterangan terkumpul,” tegasnya.

Tim Gabungan Turun ke Lapangan

WhatsApp Image 2025 10 15 at 16.59.24

Penyelidikan kebakaran ini ditangani oleh tim gabungan yang terdiri dari Ditreskrimum, Inafis, Labfor Polda Kepri, serta Satreskrim Polresta Barelang. Tim tersebut telah melakukan olah TKP, mengumpulkan sisa material tangki, dan menelusuri rekaman CCTV di sekitar area kerja.

Salah seorang tim penyelidik di lapangan, mengungkapkan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan apakah pekerjaan panas dilakukan sesuai prosedur safety dan izin kerja (hot work permit).

“Kami sedang memeriksa dokumen izin kerja, daftar pekerja subkontraktor, serta laporan keselamatan kerja dari PT ASL Marine Shipyard dan dua perusahaan subkontraktor yang terlibat,” ujarnya.

Selain itu, penyidik juga menelusuri kelengkapan alat pemadam di lokasi, sertifikasi tenaga kerja, serta supervisi dari petugas keselamatan kerja (safety officer) perusahaan.

Kapal Federal II Pernah Terbakar Sebelumnya

Menariknya, ini bukan kali pertama Federal II mengalami insiden kebakaran. Berdasarkan catatan Polda Kepri, kapal ini juga terbakar pada 24 Juni 2025 di lokasi yang sama dan menyebabkan sembilan pekerja luka-luka. Saat itu, penyebab kebakaran diduga akibat percikan api las yang mengenai sisa minyak di dalam tangki.

“Fakta bahwa kapal ini pernah terbakar sebelumnya menjadi perhatian khusus dalam penyelidikan. Kami akan melihat apakah ada pola berulang atau kelemahan dalam sistem keselamatan kerja yang belum diperbaiki,” jelas Kapolda Kepri.

Evaluasi Menyeluruh Standar K3 Galangan Kapal

Polda Kepri juga berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja, BP Batam, dan otoritas maritim untuk melakukan evaluasi terhadap penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di industri galangan kapal di Kepulauan Riau.

Kapolda menilai, tragedi ini menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan terhadap aktivitas industri berat, terutama yang melibatkan pekerjaan panas dan bahan mudah terbakar.

“Industri galangan kapal adalah sektor strategis yang berisiko tinggi. Kecelakaan seperti ini tidak boleh menjadi rutinitas tahunan. Kita akan mendorong evaluasi menyeluruh agar setiap perusahaan benar-benar patuh terhadap standar keselamatan kerja,” ujar Kapolda Kepri.

Saat ini, seluruh aktivitas di area PT ASL Marine Shipyard dihentikan sementara. Polda Kepri meminta pihak perusahaan untuk fokus membantu proses penyelidikan dan penyidikan dengan memberikan data yang diperlukan kepada penyidik.

WhatsApp Image 2025 10 15 at 16.59.25

Kondisi Terkini dan Langkah Lanjut

Situasi di lokasi kejadian kini telah kondusif. Garis polisi membentang di sekitar area WBT 2S, titik awal terjadinya kebakaran. Tim Labfor masih melakukan pengambilan sampel material dari tangki dan area sekitarnya untuk analisa penyebab ledakan.

Penyelidikan diperkirakan berlangsung beberapa hari ke depan. Belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Namun, polisi memastikan setiap temuan yang mengarah pada pelanggaran hukum akan diproses tanpa pandang bulu. (TekInfoPoldaKepri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *